Ini Rahasia Kelezatan Sup Iga Tujuh Rempah Waroenk Resto

0
6

Inspiratifnews.com – Kupang – Tidak dapat diragukan lagi kelezatan menu Nusantara di Indonesia, bahkan diakui banyak penikmat kuliner mancanegara. Apa penyebab masakan Tanah Air begitu digemari, tentu tidak terlepas dari pendukung makanan seperti penyedap yang berasal dari rempah-rempah.

Terkait rempah-rempah, di Waroenk Resto and Cafe terdapat berbagai menu yang menggunakan rempah-rempah khas sehingga menu-menunya sangat disukai masyarakat, khususnya warga Kota Kupang.

“Kami memiliki banyak menu yang menggunakan rempah-rempah, tetapi yang paling menonjol adalah Sup Iga Tujuh Rempah,” papar owner Waroenk Resto and Cafe, Steven Marloanto, saat ditemui di Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kamis (31/8/2017).

Menurutnya, Sup Iga Tujuh Rempah merupakan salah satu menu favorit pihaknya.

“Menu berkuah sedap ini merupakan paduan dari tujuh rempah beraroma khas, di antaranya kayu manis, pala, cengkeh, dan lain-lain,” imbuh Steven.

Ia menambahkan, rating menu ini di Waroenk cukup bagus dan menempati posisi teratas dalam daftar pesanan pelanggan setelah Nasi Iga Goreng Sambal Bawang dan Nasi Goreng Kebuli.

Steven mengatakan, penikmat kuliner tidak perlu khawatir soal harga. Pasalnya, Sup Iga Tujuh Rempah dibanderol terjangkau Rp 45 ribu per porsi, dengan komposisi daging iga sapi yang cukup banyak.

Sekadar diketahui, rempah-rempah adalah bagian tumbuhan yang beraroma atau berasa kuat, lazimnya digunakan dalam jumlah kecil pada makanan sebagai pengawet atau perasa suatu jenis masakan.

Rempah-rempah biasanya dibedakan dengan tanaman lain yang digunakan untuk tujuan mirip, seperti tanaman obat, sayuran beraroma, dan buah kering.

Rempah-rempah merupakan barang dagangan paling berharga pada zaman prakolonial. Berbagai varian rempah-rempah dulunya digunakan dalam pengobatan, namun sekarang sudah berkurang, lebih banyak dimanfaatkan hanya untuk makanan.

Rempah-rempah adalah salah satu alasan mengapa penjelajah Portugis Vasco Da Gama mencapai India dan Maluku. Rempah-rempah ini pula yang menyebabkan Belanda kemudian menyusul ke Maluku.

Sementara itu, bangsa Spanyol di bawah pimpinan Magellan telah lebih dulu mencari jalan ke Timur melalui jalan lain, yakni melewati samudera Pasifik dan akhirnya mendarat di pulau Luzon Filipina. (*)

loading...

Komentar Pembaca