Iqbal : Ateisme Tidak Punya Ruang Hidup di Indonesia

0
50

Inspiratifnews.com,Makassar-Sila pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, mendasari kesadaran bahwa semua orang dan segala aktivitas di bumi Indonesia harus berketuhanan. Ateisme tidak punya ruang hidup di Indonesia.

Hal itu ditegaskan Anggota DPD – MPR RI asal Sulawesi Selatan, AM Iqbal Parewangi, di hadapan 150 orang lebih aktivis Nasyiatul Aisyiyah dan mahasiswa di Makassar, 21 Agustus 2016. Kegiatan yang mengangkat tema “Generasi Muda Islami dan 4 Konsensus MPR RI” tersebut terselenggara atas kerjasama dengan Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Sulawesi Selatan.

“Ateisme dalam segala bentuk dan turunannya tidak punya ruang hidup di Indonesia, termasuk komunisme ateistik. Sebaliknya, segala bentuk aktivitas yang didasari oleh kesadaran berketuhanan harus mendapat tempat yang layak dan pantas di bumi Indonesia,” tegas Iqbal.

Dalam kesempatan itu Iqbal juga menjelaskan alasan perlunya terus digalakkan sosialisasi tentang Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, termasuk di lingkungan generasi muda Islami.

“Dalam banyak kesempatan saya menyimak generasi muda Islami di Indonesia kritis sekaligus solutif. Punya berbagai masukan penting bagaimana agar kebijakan negara pro-daerah, pro-bangsa dan pro-umat. Bukan cuma pro-kontra saja. Karena itu sosialisasi 4 konsensus perlu diintensifkan di lingkungan generasi muda Islami,” urai Iqbal yang juga Ketua Badan Kerjasama Parlemen (BKSP) dan hubungan internasional DPD RI.

Iqbal juga menjelaskan keanggotaan MPR RI berikut tugas-tugas lembaga negara tersebut. MPR RI terdiri atas Anggota DPR RI dan Anggota DPD RI yang dipilih melalui pemilihan umum. Anggota DPR RI dipilih melalui jalur partai politik, sementara Anggota DPD RI dipilih untuk mewakili daerah. Berdasar ketentuan pasal 5 UU MD3 tahun 2014, MPR RI mempunyai tugas: (i) memasyaratkan ketetapan MPR; (ii) memasyarakatkan Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia, dan BhinekaTunggal Ika; (iii) mengkaji sistem ketatanegaraan, UUD Negara Republik Indonesia, serta pelaksanaannya; dan (iv) menyerap aspirasi masyarakat berkaitan dengan pelaksanaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

“Dalam rangka melaksanakan tugas tersebut, Anggota MPR RI berkewajiban melaksanakan Sosialisasi 4 Konsensus MPR RI untuk NKRI kepada masyarakat di daerah pemilihannya,” pungkas Iqbal.(*)

Komentar Pembaca