Iqbal ; Kebhinnekaan Dapat Merekatkan Bangsa

0
73
Keterangan foto : Anggota MPR RI yang juga Senator RI asal Sulawesi Selatan AM Iqbal Parewangi melaksanakan kegiatan Dengar Pendapat tentang 4 Konsensus MPR RI untuk NKRI, di Auditorium Fakultas Kehutanan Unhas, 16 April 2017 kemarin

Inspiratifnews.com,Makassar-Semboyan Indonesia Bhinneka Tunggal Ika untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dan NKRI yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.
Adapun Wawasan Nusantara, merujuk TAP MPR RI, adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis. Sudah barang tentu dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.
Hal itu disampaikan oleh Anggota MPR RI yang juga Senator RI asal Sulawesi Selatan, AM Iqbal Parewangi, dalam kegiatan Dengar Pendapat tentang 4 Konsensus MPR RI untuk NKRI, di Auditorium Fakultas Kehutanan Unhas, 16 April 2017 kemarin.
Mengangkat tema Penegasan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Perekat Kehidupan Berbangsa dan Bernegara untuk Memperkuat Wawasan Nusantara, kegiatan tersebut dihadiri tidak kurang dari 150 peserta.
Bagi bangsa Indonesia, urai Iqbal, semboyan Bhineka Tunggal Ika yang merupakan dasar untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan Indonesia, akan menguatkan Wawasan Nusantara. Dengan kata lain, lanjut Iqbal, Bhineka Tunggal Ika diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dengan cara hidup saling menghargai antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya tanpa memandang suku bangsa, agama, bahasa, adat istiadat, warna kulit dan lain-lain.
Sejumlah peserta mengajukan tanggapan dan pertanyaan menarik. Avecienna, misalnya, menyayangkan kondisi kekinian Indonesia dimana tidak jarang terjadi saling tuduh diantara sesama anak bangsa terkait hal-hal sensitif.
Peserta lainnya, Andi Tenriawaru, menegaskan bahwa Wawasan Nusantara memiliki banyak manfaat positif bagi bangsa Indonesia, terutama dalam menjaga keutuhan NKRI. “Untuk tidak membiarkan sesama anak bangsa saling fitnah dengan tuduhan keji, misalnya menuduh pihak lain anti-bhinneka, anti-NKRI, atau anti-Pancasila, apa tidak lebih baik MPR RI memikirkan sejumlah terobosan strategis?”
Terkait pembicaraan dua peserta sebelumnya, Abdullah menyarankan agar MPR RI menghidupkan kembali kegiatan-kegiatan seperti Penataran P4.(*)

Komentar Pembaca