Iqra’ ! Sebuah Pesan Dari Langit

0
144

IQRA’ ! Sebuah Pesan dari Langit

(Refleksi Hari Buku Nasional 2016)

Oleh : Saifullah Bonto*

Inspiratifnews.com-Opini Iqra’ (Bacalah)! Itulah perintah pertama Tuhan dalam kitab suci umat Islam, kitab yang merupakan tidak ada keraguan di dalamnya. Iqra’ bukanlah sebuah kalimat perintah yang hanya sekedar teks firman Tuhan tapi Iqra’ merupakan sebuah kalimat yang maknawi dan perlu dikontekstualkan serta memerlukan sebuah penalaran hingga dapat meresap ke hati.
Iqra’ adalah sebuah perintah yang mengajak kita untuk membaca, merasakan dan memahami realitas alam yang dapat memberikan solusi kepada kita, baik secara konteks personal maupun secara konteks sosial. Membaca adalah awal dari sebuah kebangkitan intelektual untuk membangun sebuah peradaban.

Mari kita sejenak menengok sejarah yang di mana Islam dengan segala bentuk ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimilikinya pernah menguasai 2/3 belahan bumi dikarenakan spirit intelektualitasnya yang sangat tinggi tanpa melupakan segala aspek sosial sehingga mampu membangun sebuah peradaban yang begitu besar. Salah satu bukti riil dalam melestarikan khazanah intelektual adalah dengan didirikannya berbagai perpustakaan yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku dan pengembangan ilmu pengetahuan. Salah satu contohnya adalah Baitul Hikmah, yang pada saat itu merupakan perpustakaan terbesar dan terlengkap dari seluruh dunia.

Tapi mayoritas umat Islam pada realitas sekarang ini cenderung melupakan perintah pertama Tuhan tersebut. Dengan segala produk globalisasi dan modernisasi hingga berujung kepada Westernisasi yang berefek kepada dekadensi moral dan penafian segala aspek sosial yang mampu melunturkan semangat intelektualitas umat islam. Indonesia yang notabenenya merupakan penduduk muslim terbesar di dunia pun tidak bisa memfilter dan sangat terbebani oleh pengaruh Westernisasi tersebut. Ini semua dikarenakan kita melupakan perintah pertama Tuhan “iqra’ (Bacalah)!”. Kita sebagai umat Islam tidak mampu membaca, merasakan dan memahami berbagai realitas alam dan tidak peka terhadap segala macam aspek sosial sehingga kita hanya bisa menjadi budak dan penonton di istana kita sendiri.

Dengan semangat Hari Buku Nasional 17 Mei sudah semestinya kita tegakkan kembali budaya membaca serta bersama-sama membuka cakrawala pemikiran kita dengan kembali mengaplikasikan perintah pertama Tuhan. Jikalau kita tidak pernah mengunjungi perpustakaan untuk membaca buku paling tidak kita memiliki buku untuk dibaca dan kalaupun anda tidak memiliki buku untuk dibaca berarti anda memberanikan diri untuk menanggung dosa intelektual. Jika sekiranya perpusatakaan adalah Istananya ilmu dan buku adalah pintunya ilmu maka setidaknya kita memiliki sebuah pintu untuk memasuki istana tersebut dan ingat untuk memasuki sebuah pintu terlebih dahulu kita memerlukan sebuah kunci dan kunci tersebut adalah Iqra’ (Bacalah!!!).

“Bacalah! Berhenti membaca berarti menyalahi perintah pertama Tuhan.”

Fastabiqul Khairat.

*Ketua Bidang Keilmuan PIKOM IMM Fisipol Unismuh Makassar

Komentar Pembaca