Jadi Pendekar Tapak Suci, Mukhtar Tompo Semakin Berani Perjuangkan Kepentingan Rakyat di DPR

0
25

Inspiratifnews.com-Makassar Anggota DPR RI dari Partai Hanura, Mukhtar Tompo resmi dilantik menjadi pendekar Tapak Suci dalam arena Muktamar Tapak Suci XV di Makassar. Pelantikan digelar di Hotel Grand Asia, Jl Boulevard Makassar, Kamis, 22 Februari 2018.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Tapak Suci Afnan Zamhari melantik Mukhtar sebagai Pendekar Kepala, dengan simbol melati hitam tiga dengan latar merah di atas sabuk hitam. Pada waktu bersamaan, dua Wakil Ketua DPRD Sulsel, Ashabul Kahfi dan Ni’matullah juga dilantik sebagai pendekar kehormatan, dengan simbol melati hitam tiga dengan latar hijau. Yang membedakan, Mukhtar dilantik bukan sebagai pendekar kehormatan, sebab Mukhtar telah aktif di Tapak Suci sejak pelajar.

Setelah dilantik, Mukhtar Tompo berjalan tegap berseragam silat warna merah bergaris kuning dengan rompi hitam, bergabung dengan para pendekar lainnya. Mereka melakukan posisi kuda-kuda dan hormat ala Tapak Suci.
Posisi kakinya tegak dengan kedua tapak kaki agak direnggangkan, tangan kiri ditekuk lurus ke bagian dada, siku kanan diangkat ke samping hingga posisi sejajar, lantas telapak tangan kanan mengarah ke depan dengan jempol ditekuk yang diletakkan di sisi telinga, mirip gerakan takbir saat salat.

Para pendekar lain pun melakukan gerakan yang sama sebagai tanda hormat kepada sesama pendekar Tapak Suci. Gerakan tersebut disambut tepuk tangan.
Mukhtar berharap dapat menerapkan esensi pendekar Tapak Suci. Menurut Mukhtar , pendekar Tapak Suci adalah sosok yang memiliki keberanian dengan sikap yang tidak menakutkan.

“Pencak silat ini unik. Di sini ada kekuatan, ada ketegasan, tapi juga ada kelembutan dan kehalusan. Seni bela diri ini pertahanan ditunjukkan justru dengan cara-cara yang lembut, tapi kokoh,” pungkasnya.

Kiprah Mukhtar Tompo

Mukhtar Tompo, pria kelahiran Balandangan, Kassi Timur, Kabupaten Jeneponto, 10 Juni 1981. Ia memulai pendidikan di SD Inpres Boyong Kecamatan Tamalatea (1987-1993). Selanjutnya pada tingkatan SMP menempuh pendidikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Pesantren Babussalam DDI Kassi Kabupaten Jeneponto (1993-1996).

Mukhtar menyelesaikan pendidikan menengah atas di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Sibatua Pangkep (1996-1999). Setelah itu, Mukhtar Tompo melanjutkan pendidikan di Universitas Indonesia Timur.

Sejak pelajar dan Mahasiswa ia telah malah melintang di dunia pergerakan. Ia terlibat langsung dalam pemberdayaan dan advokasi rakyat kecil.

Berbekal pengalaman itulah, ia memutuskan terjun ke dunia politik. Pada Pemilu 2009, ia terpilih sebagai legislator DPRD Provinsi Sulsel pada usia 27 tahun. Kiprah politiknya tak berhenti disitu. Kini ia merupakan Ketua Kelompok Komisi (Kapoksi) VII DPR RI.

Mukhtar telah menjadi pesilat Tapak Suci sejak pelajar. Mental pemberani yang dimilikinya, terbentuk melalui perguruan pencak silat Muhammadiyah ini. Tak heran, dengan modal sebagai pesilat Tapak Suci, ia berani berhadapan dengan Chappy Hakim seorang jenderal bintang empat, yang saat itu menjabat Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, dalam suatu Rapat di Komisi VII DPR RI.

Menurut Mukhtar, keberaniannya tersebut lahir karena sejak pelajar, dirinya telah menginternalisasikan Ikrar Siswa Tapak Suci poin kedua, yaitu mengabdi kepada Allah, berbakti kepada bangsa dan negara, serta membela kebenaran dan keadilan”.

“Semoga pemberian gelar pendekar ini membuat saya semakin istiqamah dan berani dalam memperjuangkan kepentingan rakyat di DPR,” tutup Sang Pendekar. (rls)

Komentar Pembaca