Jamaah Haji Terlantar,Wagub Sulsel Minta Kemenag Perketat Pengawasan

0
91

Inspiratifnews.com-Makassar, Wakil Gubernur Sulsel, H. Agus Arifin Nu’mang mengimbau masyarakat muslim Sulsel untuk berhati-hati memilih travel umrah. “Jangan hanya melihat harganya yang murah, tanpa mempertimbangkan dengan matang keamanan & kepastian pelayanan dari pemberangkatan, selama prosesi umrah di tanah suci, sampai tiba kembali,” ujarnya.

Hal itu dikemukakan Wagub pada Inspiratifnews.com lewat pesan singkatnya, Sabtu (6/2), merespon berita, 70-an jamaah umrah asal Gowa yang “terlantar” di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia sejak Rabu (3/2). Rombongan jamaah tersebut diberangkatkan oleh Travel Gesia Tour Gowa (GTG) melalui Bandara Sultan Hasanudin, Selasa (3/2).

Menurut Wagub, biaya umrah yang ditawarkan travel sebesar Rp17 juta per jamaah, memang sangat tidak wajar. Sebab biaya akomodasi (pp) Mksr-Jeddah-Mksr kurang lebih 1.000 USD atau senilai Rp13,6 juta, belum termasuk biaya pelayanan di tanah suci, selama 9 hari diperkirakan biayanya Rp.7jt. belum lagi biaya visa, paspor,dll, olehnya itu, biaya umroh tidak rasional,” tandasnya.

Wagub menduga, travel yang menjual paket umrah di bawah Rp20 jt, menggunakan sistem multi level marketing (MLM), di mana setoran dari pendaftar baru digunakan membiayai pendaftar tahun sebelumnya. Nah, lemahnya sistem MLM tersebut “Kalau pendaftar baru tidak ada atau jumlah tidak seimbang jumlah jamaah yang jadwalnya harus diberangkatkan, dampaknya jamaah diterlantarkan”, tandasnya.

Wagub mengungkapkan, sudah meminta Kepala Kantor Kemenag Sulsel untuk melakukan pengawasan lebih ketat, agar tidak ada lagi korban travel “Saya (Wagub)  juga minta diumumkan daftar travel yang berizin, sehingga masyarakat yang ingin umrah bisa mengecek legitimasi Travel yang akan mereka gunakan,” katanya.(ish)

Komentar Pembaca