Jebolnya Tembok Keramat

0
66

Jebolnya Tembok Keramat

Oleh: Ahmad*

Inspiratifnews.com Dalam mitologi Yunani “Keperawanan” adalah sebuah kekuatan dan kebebasan bagi dewi Artemis yang selalu menjaga dirinya agar tetap perawan atau menjauhkan diri dari gempuran “Zeus” yang terkenal sangat rakus membobol  tembok keperawanan. Masalah keperawanan adalah hal yang sangat urgen bagi para wanita karena disitulah letak kehormatanya sebelum diserahkan kepada yang berhak “membobolnya” dengan ikatan suci pernikahan.

Artemis adalah simbol dari keperawanan yang senantiasa menjaga dirinya tetap utuh tanpa sentuhan dari laki-laki manapun. Bagi Artemis memperjuangkan keperawanan adalah harga mati dengan segala cara bahkan harus dengan menyatakan perang sekalipun, bagi yang mau merebutnya.

Bagi Zeus, merampas keperawanan adalah hal yang luar biasa menunjukan keperkasaan dan kejantangan dengan segala rayuan untuk menembus “dinding keramat” yang disebut perawan. Zeus akan berubah menjadi apa saja untuk melancarkan serangannya demi tercapainya tujuan, apatalagi ia sebagai dewa yang bisa menjelma atau berubah rupah untuk mendatangi targetnya “wanita” sehingga kadang orang tertipu dan menyerahkan keperawannya.

Bagi Artemis keperawanan adalah “KEKUATAN dan KEBEBASAN” tapi bagi Zeus menjebolnya adalah “KEPERKASAAN atau KEJANTANGAN”

Nenek moyang kita dulu sangat menjaga yang namanya “kehormatan” sehingga perempuan-perempuan dibawa penjagaan ketat dari keluarga terdekat ketika mau keluar rumah dan memang itu dipandang sakral oleh mereka. Sehingga kebebasan perempuanpun dikekang dalam rumah untuk tetap menjaga “keautentikan” seorang gadis dara.

Dalam pandangan Islam kehormatan seorang perempuan atau laki-laki ketika mampu menjaga diding “keramat” perawan dan bagi laki mampu bertahan dengan menahan benteng “keramat” perjaka sampai mendapat legalitas agama. Hal seperti ini sudah menjadi konsensus bagi mereka yang paham akan ajaran agamanya karena dengan itu mereka dikatakan mulia. (baca islam)

Dunia yang kian semakin tua seakan perang Artemis dan Zeus kian bergejolak dikalangan masyarakat yang tidak mengenal lapisan. Walaupun Artemis mampu menjaga diding keramat tapi bagi Zeus, menyerang dan menembusnya adalah hal yang mudah dengan kekuatan yang dimilikinya.

Lingkungan  yang serba glamour telah merusak sendi keimanan dan norma-norma yang berlaku, aturan hanya menjadi tulisan kuno, pesan ilahia hanya menjadi dongen pengantar tidur. Jika aturan dan pesan tinggal menjadi teks maka rusaklah konteks nalar kehidupan manusia.

Mungkinkah di Hari Valentine akan menjadi hari pestanya para “Zeus” atau dapatkah dewi Artimes menyelamatkan mereka dengan bingkisan dan rayuan yang begitu dahsyat dari jurus maut atas nama “CINTA”. Valentine’ s day akan menjadi catatan bagi kokohnya tembok keramat atau jebolnya tembok keramat….??

*Ketua Umum DPD IMM Sulsel

Komentar Pembaca