Jika Golkar Munas, posisi Jokowi atau JK menguat

0
37

Inspiratifnews.com-Jakarta, Partai Golkar hasil Munas Bali akhirnya memberikan sinyal akan menggelar musyawarah nasional (munas) dalam waktu dekat. Kepengurusan hasil munas ini akan memengaruhi dinamika politik di Indonesia.

Pakar politik Yunarto Wijaya menilai kepengurusan hasil munas nanti tidak otomatis memperkuat posisi tawar wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sebagai senior Partai Golkar secara politik. Menurut Yunarto, posisi JK menguat jika yang menang dalam pertarungan munas nanti kubu Agung Laksono

“Yang menentukan apakah posisi tawar Jokowi atau JK yang menguat tergantung, siapa yang menjadi ketum dalam munas nanti. Kata kuncinya, bukan lagi pada apakah Golkar mendukung pemerintah, tetapi pada saat munas Golkar digelar, siapa yang menang,” ujar Yunarto seperti yang dilansir beritasatu.com, Senin (25/1).

Menurut dia, jika kubu Aburizal Bakrie menang, entah itu Ade Komarudin, Azis Syamsuddin, atau Nurdin Halid terpilih menjadi ketua umum Golkar, maka yang pegang kendali adalah Presiden Jokowi. Posisi tawar Jokowi secara politik terhadap JK menguat.

“Namun, jika kubu Agung Laksono atau JK sendiri maju menjadi ketum Golkar, maka posisi tawar JK menguat di pemerintah,” tandas Yunarto.

Dia juga mengakui konsolidasi di Partai Golkar memengaruhi reshuffle kabinet kerja Jokowi-JK. Menurutnya, Presiden Jokowi ingin memastikan peta politik dari kekuatan Golkar.

“Konsolidasi di internal Golkar memengaruhi stabilitas politik yang menjadi salah satu faktor penentu reshuffle kabinet. Namun, dengan adanya kepastian Partai Golkar menyelenggarakan munas, maka menurut saya, Jokowi sudah pasti melakukan reshuffle kabinet,” katanya. (ish)

Komentar Pembaca