Kadar Gula Tinggi, Akibat Berbelanja di Alfamart Begini Alasannya !

0
144

Inspiratifnews.com – Makassar,–Ternyata sakit jantung tidak selamanya menyerang orang kaya atau kalangan ekonomi atas. Bahkan sakit jantung lebih banyak diderita oleh kalangan masyarakat miskin atau kalangan bawah. Pakar kesehatan dari Unhas Prof.Dr.dr. Venny Hadju menjelaskan masyarakat tergolong miskin lebih dominan menderita penyakit jantung, sebab dinilai oleh pakar kesehatan terlalu masyarakat miskin lebih banyak mengkonsumsi makanan yang berlebihan. “misalnya mereka terlalu banyak mengkomsumsi gula dan sejenisnya,” ujarnya.

Dijelaskan, dari survei kesehatan bahwa kematian dibawah tahun 2000an sekitar 60% meninggal karena penyakit menular, namun perubahan pola hidup sehat angka kematian terhadap penyakit menular cenderung turun hanya 30 %, sementara penderita penyakit tidak menular sebesar 57%, dan yang meninggal karena kecelakaan atau cedera 13 %, papar Prof Venny Hadju.

Sementara itu, kata Venny, 53% orang miskin mengalami penyakit jantung. Penyakit jantung banyak pada orang miskin, sebab dari sisi strata sosial orang miskin sangat kurang paham mengenai pola hidup sehat, salah satunya mengkonsumsi makanan dan minuman yang kadar gulanya tinggi, tukas Venny.

“karenanya masyarakat perlu diedukasi terhadap makanan dan minuman yang baik untuk dikonsumsi bagi kesehatan, sehingga sejak dini dapat melakukan pencegahan terhadap penyakit yang mematikan,” ujar Prof Dr.dr. H.Veny Hadju saat tampil dalam “Coffee Afternoon Bincang Sehat bersama CNI” di hotel Horison Makasssr Sabtu (14/1).

Menurutnya, penyakit mematikan yang tidak menular seperti jantung, stroke dan gula penyakit lainnya saat ini menjadi penyebab angka kematian tertinggi. Prof Veny, juga mengungkapkan bahwa penyakit ini banyak didapatkan pada asupan natrium atau garam, dimana makanan ini mudah didapatkan pada supermarket “alfamart dan indomaret” atau swalayan berupa makanan kalengan atau yang mengandung bahan pengawet dan pewarna atau minimal yang kadar gulanya tinggi seperti coca cola, teh kotak, teh pucuk, sprite atau sejenisnya, tangkasnya.

Oleh karenanya, berbelanja di supermarket tersebut mesti diperhatikan jenis makanan dan minuman yang akan dibeli, Jangan sampai kadar gulanya tinggi dan sudah terlanjur dibayar dikasir, apalagi anak – anak paling doyan berbelanja di Indomaret, Carrefour, maupun alfamart, dan yang paling penting periksa kadarluarsanya juga”, terang Prof Venny.

“Selain melihat asupan yang ada, cara makanan juga harus diperhatikan saat makan, terutama takaran dan porsinya, ditegaskannya, bahwa untuk mencegah penyakit maka harus memperhatikan kadar gula makanan apa saja yang dikonsumsinya”, tutupnya. (*)

Komentar Pembaca