Kaka AA Pemateri Kebangsaan di SMK 7 Makassar

0
132

 

Inspiratifnews.com – Makassar, Kegiatan Latihan Kepemimpinan siswa-siswi SMK Neg 7 Makassar. Sitti Aminah Guru pengajar Mata Pelajaran PPKN utk kelas 2 dan 3, sangat apresiasi program ini bagi siswa-siswi kelas 1 yang ikut 185 orang.

“Kami mengundang Kakak Arqam Azikin (AA) sebagai Narasumber dengan materi topik Posisi Wawasan Kebangsaan Menghadapi Berbagai Ancaman di SMS Negeri 7 Makassar, 20 Desember.

Dalam hal menambah pengetahuan peserta dari sisi, Fase kepemimpinan Tokoh-tokoh Pemuda Dr. Wahidin Sudirohusodo, Ahmad Dahlan, Hasyim Asy’ari, Mohammad Yamin, Soekarno dan Bung Hatta, di Fase Pergerakan 1908, 1928, 1912, 1926, 1928, dan 1945. Pendalaman wawasan ini sangat penting bagi adik-adik siswa dalam proses kepemimpinan OSIS ke depan”.

Pemateri Arqam Azikin menjelaskan, Proses Kepemimpinan merupakan hal mendasar yang harus dipahami sejak dini dari posisi Siswa hingga menjadi Mahasiswa. Banyak wawasan dan metode kepemimpinan didapatkan peserta bila ingin mempelajari Figur-figur muda Potensial yang memulai proses Pergerakan Kepemudaan dan Kebangsaan pada setiap Fase masing-masing Tokoh, papar Arqam Azikin yang juga Alumni Komunikasi Unhas/Pendiri Sekolah Kebangsaan

Arqam Azikin menambahkan, Dalam siklus kepemimpinan itulah tokoh-tokoh pemuda banyak memberikan andil Pemikirian dan Gerakan sosial kemasyarakatan dalam membawah Bangsanya memenuhi Eksistensi sebagai Negara yang memiliki Kedaulatan, terangnya.

Potensi memperkuat Wawasan Kebangsaan siswa-siswi sangat berpengaruh dari generasi ke generasi 5 hingga 25 tahun perjalanan siklus generasi muda berikutnya. Dan, jika tetap terjaga secara intensif seluruh adik-adik OSIS SMA/SMK/Pesantren dan sederajat, maka optimisme proses Regenerasi Kepemimpinan kaum Muda akan berhadapan dengan berbagai macam Ancaman Ketahanan Bangsa diantaranya : Radikalisme, Darurat Narkoba, Terorisme, dan Komunisme. Kemampuan kaderisasi kepemimpinan bagi siswa perlu dukungan yang kuat dari Sekolah, Pemerintah Daerah, Lembaga Legislatif dan Tokoh Masyarakat, agar eksistensi pemberdayaan generasi muda bangsa berjalan kesinambungan Proses Kebangsaan yang tidak terputus dalam dimensi memperkuat proses Kenegaraan kita ke depan. (*)

Komentar Pembaca