Kampanye Negatif IM3 Ooredoo vs Telkomsel, Hebohkan Nitizen

0
181

Inspiratifnews.com – Makassar, Tak bisa dipungkiri persaingan dalam industri telekomunikasi yang melibatkan provider Indosat dan Telkomsel kian memanas.

Nitizen mulai dihebohkan dengan sebuah foto beredar di media sosial dengan spanduk Indosat Ooredoo yang langsung menyerang tarif mahal Telkomsel. Indosat pun berkelit memiliki alasan atas spanduk tarif yang dianggap melecehkan tarif mahal Telkomsel tersebut.

Dilansir Kompas.com, (18/6), Alexander Rusli selaku Chief Executive Officer Indosat Ooredoo, menyatakan bahwa sebenarnya foto itu bukanlah iklan, melainkan sebagai bagian dari kampanye Below the Line yang sedang dijalankan saat ini.

Below the Line (BTL) adalah aktivitas marketing atau promosi yang dilakukan di tingkat retail atau konsumen dengan tujuan untuk merangkul konsumen itu sendiri. Sehingga konsumen merasa aware atau mengerti dengan produk yang sedang dijual perusahaan.

Indosat juga menuturkan bahwa kampanye ini sebenarnya adalah bagian dari reaksi perusahaan atas persaingan yang dianggap tidak sehat di pasar. Menurut sumber indosat yang enggan disebutkan namanya bahwa pernah ada tindakan dari karyawan Telkomsel yang mencoba untuk menghilangkan peredaran kartu Indosat Ooredoo dari pasar.

Hal ini tentunya sangat disesalkan oleh Alex. Dirinya juga menampilkan sejumlah foto dan broadcast pesan tentang strategi penjegalan yang dilakukan Telkomsel ke Indosat

Sebut Merk Kompetitor di Advertising, bolehkah ?

Operator yang khas dengan warna kuning ini seolah secara buka-bukaan menyindir tarif telepon operator seluler lain, yakni Telkomsel. Salah satu netizen bahkan bertanya apakah sekarang boleh advertising menyebutan nama merek kompetitor dalam iklan mereka.

foto : internet
foto : internet

Dalam foto tersebut, di salah satu spanduk tertulis : Cuma IM3 Ooredoo nelpon Rp 1/detik, Telkomsel? Gak mungkin. Persaingan antar operator seluler kini memang sedang hangat-hangatnya, ditambah dengan alotnya pembahasan tarif interkoneksi yang sedang digodok bersama dengan Kemenkominfo.

Kampanye Negatif, ini jawaban pemerintah !

Kampanye negatif tersebut mendapat tanggapan dari Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Pihaknya sudah berbicara dengan para anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) agar memanggil pihak terkait untuk diklarifikasi. Mereka harus menjelaskan maksudnya apa melakukan promosi seperti itu.

Ada dua isu yang harus disoroti dari tindakan kampanye negatif tersebut. Pertama, substansi mengenai tarif. Kedua, cara berkomunikasi dalam melakukan promosi.

Rudiantara pun memaparkan dari sisi masyarakat terkait kompetisi tarif di antara penyedia operator besar di Indonesia. Dia berharap, persaingan operator seharusnya memberikan pilihan bagi masyarakat. Bukannya malah menjelekan yang lain dan membuat bingung masyarakat.(*)

Komentar Pembaca