Kasus di Burma: Hubungannya dengan Islam

0
49

Tidak mengapa kita memberikan 90 menit dari waktu kita untuk mengetahui apa sebenarnya kasus tragedi Burma dan ummat Islam yang ada di dalamnya.

Ringkasan Kisah :
(Awalnya) sebuah Negara mandiri (merdeka) namanya Arakan dengan penduduk Muslim sebanyak 3 juta (tiga juta) jiwa.

Dimulai dari masa tersebarnya Islam di negara tetangga mereka, namanya negara Burma dengan mayoritas penduduk yang beragama Buddha.

Pada tahun 1784 atau sebelum 230 tahun yang lalu, Kaum Buddha sangat benci Kaum Muslimin di Arakan dan memerangi mereka serta mereka membunuh kaum Muslimin yang ada didalamnya dan mereka (Buddha) memperlakukan kaum muslimin seperti Boneka Mainan dan mereka (kaum Buddha) merebut Arakan menggabungkannya dengan Burma dan merubah namanya menjadi Myanmar.

Dan jadilah Arakan bagian dari Burma, dan jadilah kaum Muslimin yang sebelumnya merdeka didalam negaranya sendiri (sebelum direbut oleh Buddha) akhirnya menjadi Minoritas (jumlah mereka 3 atau 4 juta jiwa),, sedangkan Kaum Buddha jumlah mereka 50 juta jiwa.

Kaum Muslimin menggabungkan desa-desa mereka yang terpisah dan hidup di dalamnya, mereka berniaga didalamnya, dan di dalamnya ada organisasi-organisasi yang membiayai para da’i dan masjid-masjid mereka.

Kemudian terjadilah.
Mereka orang-orang Burma yang beragama Budha menyerang desa-desa kaum Muslimin untuk mengusir mereka dari rumah-rumah mereka.

Dan belum lama ini terjadilah pembantaian yang sangat mengerikan. Sekelompok kaum Budha membajak sebuah bus yang membawa 10 orang da’i dari para penghafal Al Qur’an yang mana mereka berkeliling ke desa-desa Muslim mengajarkan mereka menghafal Al Quran dan mendakwahkan meraka kepada Alloh Ta’alaa, menikahkan mereka, dan mengajarkan mereka urusan-urusan agama mereka (Islam).

Yang sangat menyedikan, kelompok ini (Budha) yang membajak bus para Da’i. Mereka menangkap para Da’i dan mengeluarkan mereka dari bus, mereka memukuli para Da’i dengan pukulan yang keras kemudian menjadikan mereka (para da’i) permainan dengan melukai tubuh-tubuh mereka (para da’i) dengan berbagai jenis senjata tajam.

Kemudian mereka (kaum Budha itu) mengikat lidah-lidah para da’i dengan satu ikatan dan memotong lidah mereka sampai terpisah dari leher mereka tanpa ampun dan tanpa belas kasihan.

Semua itu hanya karena untuk menyiksa mereka karena mereka selalu menyeru kepada Robb- nya dan mengajarkan manusia agama islam dan AlQuran.

Kemudian… mereka (Budha) memotong-motong tubuh para da’i dengan senjata tajam mereka, memotong tangan-tangan dan kaki-kaki para da’i sehingga akhirnya mereka gugur satu persatu.

Sehingga kaum Muslimin melakukan pembelaan terhadap para da’i, Imam Masjid, dan para Khotib mereka.

Kaum Budha menyambut pembelaan mereka (mengkondisikan perang) dan mulailah mereka (Budha) melakukan pembakaran desa, membakar rumah (kaum muslimin) satu demi satu sampai rumah yang dibakar berjumlah 2600 rumah.

Kemudian gugurlah dalam peristiwa itu (kaum Muslimin) dan gugur dalam usaha melarikan diri serta mengungsi dari desa tersebut 90.000 pengungsi melalui jalan laut dan darat, dan tidak pembantaian serta pembunuhan terhadap kaum Muslimin masih saja terus berlangsung tidak berhenti.

Anak-anak perempuan dan Istri-istri mereka diperkosa sampai mati di hadapan orangtua dan di depan mata keluarga mereka, dan mereka di bawah ancaman hunusan senjata tajam!

Kemudian, kemana hilangnya rasa marah kita..?!

Setiap kita hanya bisa bertanya kepada diri sendiri apa yang harus aku lakukan untuk mereka..?!

Kewajibanmu atas penderitaan mereka sekarang ada dua perkara:
Pertama, Berdoalah untuk mereka..!
Kedua, sebarkanlah berita tentang tragedi mereka sehingga manusia mengetahuinya!
dan penyebaran ini adalah selemah-lemahnya iman 

Jika anda selesai membaca tulisan ini… lakukan perbuatan nyata apa saja yang dapat anda lakukan dengan hati nurani anda… ini pun apabila anda masih memiliki hati nurani yang hidup..!!

Hasbunalloh wa ni’mal wakiil..

Penulis: Dr. Umar Abdul Kaafiy (Profesor Theologi Islam dan Pengasuh Lembaga Pendidikan Al Qur’an International di Dubai)

loading...
BAGIKAN

Komentar Pembaca