Kasus Siyono Tamparan Bagi Kepolisian

0
67

Inspiratifnews.com – Makassar, PP Muhammadiyah mendampingi keluarga almarhum Siyono yang tewas secara misterius setelah ditangkap karena diduga sebagai teroris. Dari sanalah ditemukan indikasi adanya tindak kekerasan atas kematiannya.

Menurut Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, tindakan Muhammadiyah harus dihargai untuk mengungkap kesalahan polisi, khususnya Densus 88 Antiteror Mabes Polri, dalam menangani kasus ini.

“Apa yang dilakukan Muhammadiyah harus dihargai dan menjadi tamparan bagi kepolisian, Densus 88 bagaimana terjadi pelanggaran, karena apa pun ceritanya kalau ditahan kemudian meninggal itu pelanggaran. Polisi benar lakukan sidang etik terhadap perkara Siyono,” kata Fadli di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (12/4/2016).

Menurut Fadli, penanganan kasus ini tak cukup dengan sekadar sidang etik, namun harus diberikan sanksi berat. Pelanggaran hak asasi manusia (HAM) harus ditanggapi serius.

“Harus ada pembenahan dan sanksi berat. Satu orang saja kita permasalahkan bertahun-tahun, ini sebegitu banyak. Era Reformasi tekankan HAM,” tegasnya.

Berdasarkan agenda DPR sendiri, komisi III hari ini, pukul 13.00 WIB, akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan PP Muhammadiyah, Komnas HAM, dan KontraS. Jadwal ini sesuai rencana komisi hukum itu sejam minggu lalu. (*)

Komentar Pembaca