Kepsek SMK Negeri 2 Bantah Terapkan Parkir Berbayar

0
144

Inspiratifnews.com – Makassar, – SMKN 2 Makassar kembali menimbulkan polemik dimata masyarakat. Santer diberitakan, SMKN 2 menerapkan parkir berbayar kepada siswa yang terlambat ataupun tamu sekolah.

Kepala SMK Negeri 2 Makassar, Amir Bachti membantah jika sekolah yang dipimpinnya itu menerapkan parkir berbayar. Kata Amir, parkir berbayar yang dibebankan kepada siswa itu adalah inisiatif oleh satuan pengaman (Satpam) yang bertugas di sekolah.

Ia mengakui, baru mengetahui hal itu saat media sosial ramai mengupload foto karcis yang diterapkan pihak sekolah.

“Itu adalah inisiatif sang satpam sendiri, bukan kebijakan sekolah, bahkan tidak melakukan koordinasi dengan sekolah terlebih dahulu,” katanya, Selasa (7/2).

Namun, menjadi pertanyaan besar, kertas karcis itu disertai dengan stempel sekolah. “Kami pun sudah memberi sanksi kepada Ari (Satpam) berupa teguran, kesalahan ini tidak boleh terulang kembali. Niat yang baik itu tidak cukup, tapi harus di barengi dengan tindakan yang baik pula. Niatnya Arif mungkin baik, ingin memberi efek jerah tapi cara nya yang salah,” jelasnya.

Parkir berbayar yang sempat berjalan selama dua hari di sekolah kejuruan negeri ini kemudian diberhentikan ketika pihak sekolah mengetahui, berdasarkan laporan siswa yang melapor langsung ke pihak sekolah.

Kata Amir, jika hal tersebut masih terjadi, ia tak segan akan memecat sekuriti sekolah. Menurutnya, hal tersebut telah merusak nama baik sekolah. Apalagi menggunakan stempel sekolah tanpa sepengetahuan kepala sekolah.

“Kemarin kita juga didatangi oleh petugas PD Parkir dan kita sudah menjelaskan kronologi bahwa ini tidak ada kaitannya dengan kebijakan sekolah,” bebernya.

Sementara, Satpam Sekolah, Ari berkilah hanya memberlakukan parkir berbayar kepada siswa yang terlambat datang ke sekolah sebagai efek jera.

Padatnya kendaraan milik siswa membuat parkiran membeludak dan tidak beraturan, sehingga banyak siswa yang telat sehingga memilih memarkirkan kendaraan nya ditempat parkir tamu yang disediakan oleh pihak sekolah ketika terlambat. Ini dimanfaatkan oleh Ari untuk membuat jera sang siswa.

“Saya cuman perihatin lihat siswa yang cepat datang kesekolah motornya diparkir paling ujung paling belakang, sedangkan yang terlambat datang kesekolah motornya diparkir ditempat parkir khusus tamu. Otomatis, yang cepat datang motornya terjepit didalam, sedangkan yang telat datang bisa cepat pulang karena motor nya berada di depan tempat parkir tamu,” aku Ari.

Ia menambahkan, karcis yang digunakannya adalah sisa sisa karcis parkir yang dipakai pada saat reuni alumni SMK 2 beberapa waktu lalu.

“Itu karcis lama yang saya pakai, sisa karcis waktu diadakannya reuni Akbar SMK 2 saat masih berskop Makassar,” tambahnya. Bahkan, sang petugas pengamanan ini dengan polosnya bercerita bahwa hasil parkirnya masih ada.

“Masih adaki semua itu uang denda parkir siswa yang terlambat. Saya hanya ingin memberi keadilan bagi siswa yang cepat datang kesekolah,” terangnya.

Tetapi ada yang menarik, Kepala Dinas Pendidikan kota Makassar Ismunandar malahan setuju dengan parkir berbayar disekolah. Ismunandar berdalih, dana bos tak cukup untuk membiayai petugas pengamanan, sedangkan sekolah sudah tidak memiliki dana tambahan. Menurutnya hal itu sah-sah saja.

“Parkir itu bukan ranah sekolah, namun kondisinya ada petugas yang harus menjaga tetapi dana tidak ada, saya rasa harus ada kontribusi untuk membayar karena sekolah saat ini dilematis terkait dana bos sedangkan dana tambahan sudah tidak ada. Saya rasa tidak masalah,” kata Ismunandar saat dikonfirmasi. (CR3)

Komentar Pembaca