Kisah Inspiratif! Anak Petani Juga Bisa Meraih Gelar Doktor Dengan Predikat Cumlaude

0
377

PUTRA SINJAI MERAIH GELAR DOKTOR MANAJEMEN PENDIDIKAN DENGAN PREDIKAT WISUDAWAN TERBAIK (CUMLAUDE)

Dr. Baharuddin, S.Pd.I,.M.Pd, lahir di Sinjai 1975, tepatnya di Dusun Erasa Desa Era Baru Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Sinjai, anak keempat dari 7 bersaudara terlahir dari pasangan H. Puang Massaniga dan Hj. Puang Sunggu. Sejak kecil tidak pernah bercita-cita untuk meraih gelar teringgi di bidang akademik, akan tetapi keadaan keluarga yang mengantarkannya untuk berpikir memperbaiki segala sesuatunya, masa kecil dijalani dengan didikan yang sangat keras dari orang tua sehingga masa kanak-kanak yang seharusnya adalah dunia bermain terlewati dengan aktivitas membantu orang tua.

Terlahir dari keluarga yang sangat sederhana, bapak sebagai petani dan ibu sebagai ibu rumah tangga, keadaan ini dilewati dengan suka dan duka dengan harapan akan lebih baik. Satu kesyukuran saya tentunya, bahwa orang tua tidak pernah surut untuk  memotivasi kami dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, bisa dibayangkan dengan 7 orang bersaudara dan semuanya membutuhkan pendidikan. Saya memulai pendidikan di SD Negeri 40 Erasa ditempuh selama 6 tahun tanpa mempunyai cita-cita dan harapan untuk masa depan, setelah itu melanjutkan ke SMP Bua (sekarang SMP Negeri 3) dengan menempuh jarak 15 kilometer dilalui dengan jalan kaki, belajar di SMP inilah mulai muncul keinginan bahwa pengorbanan selama ini jalan kaki jangan sampai sia-sia dan bertekad akan melanjutkan ke jenjang berikutnya, setelah itu melanjutkan ke Madrasah Aliah Guppi Mangempang Kabupaten Barru. Setelah tamat dari Madrasah sempat menganggur karena mengingat biaya untuk melanjutkan ke jenjang peruruan tinggi sangat mahal. Pada tahun 2001 baru melanjutkan ke Diploma II PGSDI Unismuh Makassar selesai Tahun 2003 dan lulus dengan Wisudawan terbaik (Cumlaude), setelah itu konversi ke Fakultas Agama Islam Strata Satu (S1) dan mendapat Beasiswa Pertamina selesai tahun 2005 dan lulus dengan Wisudawan terbaik (Cumlaude), pada tahun yang sama diterima sebagai Dosen tetap di Universitas Muhammadiyah Makassar dan saat ini lulus Sertifikasi Dosen pada Tahun 2013 di Kementrian Agama Republik Indonesia dengan pangkat Lektor. Berkarier di Universitas Muhammadiyah Makassar tentunya pola berpikir pun berubah karena sejak kuliah aktif di organisasi intra kampus dan ekstra kampus Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), ada keinginan untuk menjadi agen perubahan di kampung sendiri, bagaimana cara mempengaruhi keluarga atau masyarakat Era Baru untuk lebih perhatian lagi dengan pendidikan artinya anak-anaknya setelah tamat SMP atau SMA bukan lagi sasarannya untuk merantau ke Malaysia akan tetapi bagaimana caranya bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Untuk merubah pola pikir sebagian masyarakat Era Baru khususnya Dusun Erasa tidaklah mudah, seiring berjalannya waktu semua bisa diatasi dengan baik sehingga saya bisa jadi vionir buat generasi sekarang, banyak hal yang harus kami lakukan, memberikan penyuluhan tentang pendidikan, memberikan bantuan untuk masuk ke beberapa perguruan tinggi yang ada di Makassar, Alhamdulillah sampai sekarang minat masyarakat untuk melanjutkan putra putrinya ke perguruan tinggi cukup tinggi, masyarakat sudah memahami bagaimana pentingnya pendidikan, terjadinya kebodohan karena kurangnya pendidikan disuatu daerah. Pada tahun 2009 Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar memberikan izin untuk  melanjutkan ke Strata Dua (S2) Jurusan Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan lulus tahun 2011 dengan predikat Cumlaude dengan mendapat Beasiswa BPPDN Dikti Kemendikbud. Pada tahun 2012 kembali Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar memberikan izin untuk melanjutkan ke Program Doktoral (S3) Jurusan Manajemen Pendidikan di Univeristas Negeri Jakarta (UNJ) dan di wisuda pada tanggal 3 Serptember 2015 dan lulus sebagai Wisudawan Terbaik (Cumlaude) dan kembali mendapatkan Beasiswa BPPDN Dikti Kemendikbud. Suatu kehormatan tentunya karena anak pelosok di negeri ini bisa bersaing dan berkiprah di Ibukota untuk merebut posisi tertinggi di bidang akademik. Meraih semua ini tentunya tidaklah mudah, butuh kerja keras dan tanggungjawab moril terhadap diri sendiri, keuletan dalam menjalankan amanah orang tua dan keluarga, saya sadar bahwa do,a orang tua buat anaknya tiada henti dan selalu mengaharapkan yang terbaik. Olehnya itu penghargaan yang saya dapatkan beberapa sertifikat, plakat dan medali kupersembahkan buat orang tuaku tercinta, orang tua yang sangat bijaksana yang tidak pernah lelah karena berkat do,anya setiap saat yang dipanjatkan buat anak-anaknya akhirnya kehidupan bisa berjalan dengan normal. Terima kasih tentunya buat saudara-saudaraku istriku tercinta dan seluruh keluarga besar yang mendukung selama ini memberikan bantuan berupa masukan dan saran. Saya adalah Doktor yang kedua dari keluarga, sebelumnya kakak saya yang nomor 2 terlebih dulu mendapatkan gelar Doktor di Bidang Sumber Daya Manusia di Malaysia.

Selama proses perkuliahan di Jakarta, aktif sebagai pembicara Seminar Nasional dan Internasional untuk yang nasional sudah tidak bisa dihitung lagi dan yang Internasional diantaranya: International Presenter Seminar On Quality and Affordable Eduacation ISQAE di Johor, Presenter International Conference on Education ICEdu di Kinabalu, Sabah Malaysia, International Seminbar On Quality and Affordable  ISQAE di Malaya University Kualalumpur, Seminar Internasional di Singapur, Hongkong, Cina, Sun Moon University dan Seoul National University Kore Selatan, Jepan dan Australia. Selain sebagai tugas pokok di Unismuh beberapa kegiatan mengajar diantaranya Universitas 45 Bekasi, menjadi Tutor Online di Universitas Terbuka, Direktur Operasional PT. Edukasi Gemilang Indonesia yang bergerak di bidang Konsultan pendidikan.

Ini beban moril seorang Doktor bahwa ingin memberikan yang terbaik bagi bangsa dan Negara ini, Pendidikan agaknya dapat menjadi tolak ukur keberhasilan dan kesuksesan suatu negara selain dari bidang ekonominya. Dengan maju dan berkembangnya pendidikan suatu negara maka akan dapat terlihat bagaimana kualitas dari sumber daya manusia yang dimiliki negara tersebut. Pendidikan mampu menjadi tonggak tegaknya sebuah bangsa. Sebuah bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu mengelola pendidikan sebagai sebuah asupan penting yang menjadikan pendidikan sebagai  energi yang bernilai positif bagi negaranya.

Di Indonesia, pendidikan agaknya kurang mendapat perhatian serius layaknya pendidikan di negara lain di dunia. Meski pemerintah Indonesia telah menganggarkan dana sebesar 20% dari total APBN Indonesia untuk keberlangsungan dan kemajuan pendidikan Indonesia namun agaknya usaha tersebut belum mencapai titik optimal dalam upaya pembenahan berbagai aspek pendidikan di Indonesia. Segala yang dicanangkan untuk pembenahan pendidikan tak sepenuhnya berjalan lancar, masih banyak berita disana-sini yang menginformasikan betapa banyaknya kesalahan dalam pembenahan itu yang membuat berbagai macam kerugian bagi Indonesia.

Padahal begitu banyak kekayaan Indonesia yang menunggu diolah dan diberdayakan, namun rendahnya kualitas sumber daya manusia Indonesia membuat bangsa bintang lima ini harus tunduk dan hanya dapat menjadi bangsa kelas melati. Kesadaran mengenyam pendidikan harus ditanamkan dan digalakkan agar kemajuan bangsa dapat terwujud. Nyatanya hingga saat ini hanya segelintir orang yang peduli betapa pentingnya pendidikan ditengah 240 juta penduduk Indonesia.

Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat Indonesia memiliki tanggung jawab yang sama dalam kemajuan pendidikan bangsa ini. Tanpa sinergisitas antar keduanya, optimalisasi kemajuan bangsa ini dibidang pendidikan akan semakin sulit. Akan tetapi fakta di lapangan begitu berbeda dalam segala penerapan bentuk kebijakan pendidikan. Begitu sering kini terlihat tidak karuannya upaya kesinergisitasan antar berbagai pihak. Terjadi demo dimana-mana atas segala kebijakan pemerintah atau bahkan kebijakannya itu sendiri yang membuat masyarakat marah.

Kesejahteraan gurupun harus menjadi prioritas dalam pembenahan tersebut. Sehingga jangan ada lagi kepala sekolah atau guru yang harus memulung sampah untuk menutupi segala kekurangan biaya hidupnya. Namun alasan  masih banyaknya guru yang tidak diperhatikan kesejahteraannya membuat kualitas dari guru itu sendiri jadi seadanya. Teknik pengajaran yang kuno membuat siswa tak tertarik mengikuti berbagai macam rangkaian pendidikan yang mereka jalani. Realisasi upgrading para pengajar dalam teknik pengajaran pun harus segera dilakukan demi terlaksananya kemajuan pendidikan Indonesia. Begitu banyak memang noda di wajah pendidikan bangsa Indonesia tapi yakinlah semua akan menjadi mungkin untuk berubah kearah kemajuan apabila kita serius dalam upaya pembenahan pendidikan negeri ini. Apabila pemerintah dan seluruh elemen masyarakat saling menyadari posisinya masing-masing dalam kesinergisitasan upaya pembenahan dan kemajuan pendidikan Indonesia. Dan bukan tidak mungkin kemajuan itu tak lagi sekedar harapan. Semoga kebaikan bangsa ini akan lebih banyak terlihat seiring dengan kebaikan seluruh pihak di negeri ini untuk menjunjung berbagai macam kebaikan diri. Segala niatan yang baik akan terlaksana dengan hasil yang baik selaras dengan kebaikan caranya.

Dr. Baharuddin, mempersunting Gadis Minangkabau yang bernama Nelvi Yenty, SE,.MM dan di karunia seorang gadis cantik yang bernama Callysta Hasna Muntaz.

Semoga Menginspirasi banyak anak negeri. (EO)

Komentar Pembaca