KNPI Sulsel Hadirkan 3 Narasumber pada Dialog Pencegahan Paham Radikalisme

0
77

Inspiratifnews.com,Makassar-DPD I Komite Nasional Pemuda Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan kegiatan Dialog pencegahan paham radikal terorisme dan isis di kalangan pemuda yang berlangsung di aula Gedung KNPI Sulsel(26/5/2016).

 

Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama DPD I KNPI SulSel dengan Biro Kesra Setda Prov. Sulsel dengan tema “Bersama Pemuda menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa”.

 

Kegiatan ini dihadiri sekitar 100an peserta yang terdiri kalangan mahasiswa dan pemuda perwakilan dari organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan sulawesi selatan.

 

KNPI Sulsel menghadirkan 3 Narasumber ahli diantaranya Akademisi UIN Dr. Firdaus Muhammad, Wakil Ketua KNPI Sulsel sekaligus Akademisi Fak. Hukum Unhas DR. Muh. Hasrul, SH. MH. dan Akademisi UMI sekaligus aktifis FKPT SulSel DR. Hj. Nurul Fuadi, MA.

 

Ketiga pemateri nampak begitu bersemangat menyampaikan ide dan gagasannya mengenai peran pemuda dalam mencegah paham radikalisme di kalangan pemuda di hadapan para peserta.

 

Firdaus menegaskan bahwa “Teroris sesungguhnya bukan hanya mereka yang membawa bom lalu bom bunuh diri, tetapi paham radikalisme teroris mulai menyerang generasi kita melalui lembaga pendidikan seperti kampus. Di kampus kita mulai banyak paham-paham radikal yang mewarnai mahasiswa hari ini. Itu juga bisa disebabkan karena kebijakan kampus kita sendiri yang kurang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi kreativitasnya, akibatnya mahasiswa mencari hal-hal baru yang membuat mereka jauh dari jati diri bangsanya sendiri” Tegasnya

 

Sementara itu Dr. Hasrul menyampaikan bahwa “Paham radikal terorisme adalah sebuah ideologi dan ideologi tidak bisa dilawan dengan senjata, ia juga harus dilawan oleh ideologi. Maka kehadiran pemuda hari ini harus berperang aktif memberikan pemahaman kebangsaan, jati diri bangsa harus terus digalakkan di kalangan pemuda sehingga paham-paham yang keliru itu tidak mudah merasuki pemuda hari ini”

 

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dari sekian banyak pelaku teroris kesemuanya itu adalah masih usia muda, usianya sekitar 21-30 Tahun karena memang usia muda adalah usia dimana manusia mencari jati dirinya, kalau pemuda tidak punya bekal yang baik, tidak memiliki pemahaman agama yang kaffah, pemahaman agamanya hanya parsial maka disitulah celah paham radikal teroris muda memasuki anak muda kita” tegas akademisi hukum unhas ini.

 

Sementara Dr. Hj Nurul menyampaikan tentang tipelogi radikalisme yang berkembang saat ini.Radikalisme gagasan, radikal milisi,  radikal separatis, radikal premanisme dan radikalisme teroris. Potensi radikalisme dikalangan pemuda memang sangat kuat dan itu biasanya berawal dari paham radikal yang di dapatkan di dunia kampus, sehingga semua element harus bekerja sama dalam mencegah paham radikal ini. Bukan hanya tugas pemerintah tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama” ungkapnya (EO)

 

 

Komentar Pembaca