KOKAM Sulsel Dukung Kecaman Haedar Nashir

0
138

Inspiratifnews.com-Makassar Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah bapak Dr. Haedar Nashir memberikan kecaman terhadap apa yang terjadi di Kupang NTT saat perayaan Natal yang di hadiri oleh presiden Joko Widodo dan beberapa pejabat negara lainnya.

Pada Saat puncak acara, diperdengarkan lagu rohani berjudul ‘Ave Maria’. Namun, secara kontroversial lagu itu dinyanyikan dengan iringan kumandang azan. Padahal, kumandang azan merupakan seruan untuk beribadah bagi umat Islam.

Pencampuradukan antara panggilan shalat dengan lagu rohani Kristen itu disebut-sebut sebagai simbol kerukunan antarumat beragama di wilayah itu. Aksi teatrikal juga menyertai dilantunkannya lagu Ave Maria yang diiringi azan itu.

Menyikapi peristiwa tersebut Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan bahwa toleransi tidak perlu mencampuradukkan ritual agama masing-masing.

“Itu namanya sinkretisme. Lebih baik, giring pada menghargai perbedaan. Tidak perlu mencampur adukkan ritual keagamaan,”pungkasnya.

Pernyatan pak Haedar mendapat dukungan dari berbagai pihak salah satunya adalah Komandan Korps Kesiap-siagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Sulawesi Selatan Muh. Iqbal Madjied.

Menurut Iqbal apa yang dikatakan Pak Haedar itu benar bahwa ini adalah bentuk penistaan agama yg dibungkus dengan toleransi yang secara de facto diakui oleh pemerintah karena dilakukan dihadapan presiden dan para menterinya.

“Kegiatan mencampur aduk kegiatan keagamaan seperti ini adalah bentuk pluralisme agama yg berbuah sinkritisme yang berorientasi kepada pelemahan aqidah ummat islam yg diharamkan oleh Allah SWT dan telah difatwakan keharamannya oleh MUI”, Ungkapnya

Kokam juga akan berkordinasi dengan ormas islam lain seperti FPI, BKPRMI, HTI, dll untuk menyikapi peristiwa ini.

Komentar Pembaca