Kolaborasi IAIN Manado dan STAIN Sorong Perkuat Perguruan Tinggi SeAsia Tenggara

0
72

Inspiratifnews.com – Makassar, Kolaborasi Perguruan Tinggi se-Asia Tenggara, idenya berawal dari Pertemuan di Universitas Kebangsaan Malaysia bertempat di Fakultas Sains Sosial dan Kemanusiaan (FSSK), IAIN Manado dan STAIN Sorong.

Saat menerima rombongan, Wakil Dekan bidang pascasarjana dan hubungan internasional FSSK dan Dekan FSSK, Prof. Dr. Ekhwan Toriman menyampaikan hal tersebut agar kolaborasi 3 kampus ini tetap berkelanjutan.

Hal ini juga diungkapkan Direktur Pasca Sarjana IAIN Manado, Dr. Rivai Bolotio, bahwa “IAIN Manado secara intensif akan mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan antarbangsa”.

Sementara itu, Sekretaris Pasca Sarjana STAIN Sorong, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., juga sependapat dengan yang usulan kolaborasi 3 kampus ini, hal ini sangat guna mempermudah proses pendidikan di 3 daerah.

“IAIN Manado dan STAIN Sorong akan mengembangkan program untuk membuka ruang akses mahasiswa pascasarjana dalam menulis dan melakukan publikasi, melalui pengembangan sarana dan prasarana akademik yang bermutu untuk memperkokoh jaringan akademik se-Asia Tenggara”, ujar Ismail.

Pengembangan akademik IAIN Manado yang bertransformasi dari STAIN Manado ke IAIN Manado, Sedangkan untuk pengembangan mahasiswa akan diadakan International Postgraduate Research Conference.

IAIN Manado menyambut baik hal itu, Kata Rivai, pihaknya akan mempersiapkan beberapa hal untuk menerima dosen tamu dari Universitas Kebangsaan Malaysia. begitupun STAIN Sorong, Kata Ismail, sejak berdiri tahun lalu pasca sarjana STAIN Sorong sudah menerima dua angkatan dalam program studi pendidikan agama Islam dan saat ini tengah mempersiapkan sumber daya manusia guna menyukseskan kolaborasi 3 kampus ini.

Dia pun menambahkan, kunjungan ini merupakan rintisan STAIN Sorong dalam hal kolaborasi perguruan tinggi. Dengan sistem kepemimpinan transformatif, diharapkan Pasca STAIN Sorong akan menjadi bagian dalam pengembangan keilmuan lokal, tidak hanya miliki pengetahuan sebatas Papua dan Papua Barat melainkan juga pengetahuan se-Asia Tenggara, sebagai langkah peningkatan mutu pendidikan di tanah papua, tutup ismail.(*)

Komentar Pembaca