Komisi C keluhkan Staff DPRD Makassar

0
55

Inspiratifnews.com-Makassar, Staf kesekretariatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Makassar mendapat keluhan dari sejumlah legislator. Pasalnya staf yang ditugaskan mendampingi dewan saat kunjungan kerja, banyak yang hanya sekedar mamanfaatkan kunjugan kerja dewan untuk bertamasya.

 

Ketua Komisi C, Bidang Pembangunan  Syarifuddin Badollahi mengungkapkan, staf pendamping yang ditugaskan sekretariat dewan untuk mendampingi setiap kunjungan kerja legislator, hanya sekedar numpang bertamasya dengan gratis. Sebab, tidak sedikit staf pendamping yang baru kelihatan batang hidungnya ketika legislator sudah mau kembali ke Makassar.

 

” kita juga bingung, staf ini tugasnya mendampingi kunjungan kerja kita atau sekedar jalan-jalan saja. Harusnya semua kebutuhan dewan disediakan oleh staf pendamping, ini kita sendiri yang kerjakan semua, soal tiket, koper dan tas dewan sendiri yang angkat, sementara staf tidak tahu kemana rimbanya. Kalau begit ngapaian dianggarkan untuk staf pendamping ini.”katanya.

 

Wakil Ketua Komisi C, Fasruddin Rusli menambahkan, ia merasa kehormatannya sebagai anggota DPRD diinjak-injak dihadapan instansi yang dikunjunginya oleh sikap staf yang ditugaskan mendampingi dewan.” Kita ini merasa tidak dihargai lagi sebagai anggota dewan, malah bukannya mengurus kami, kita justru yang mengurus mereka.”keluhnya.

 

Hal senada disampaikan juga anggota Komisi B Bidang Ekonomi dan Pendapatan Daerah, dengan nada tinggi ia meminta kepada sekretaris dewan (Sekwan) Adwi Umar agar selektif mengutus stafnya untuk mendampingi dewan setiap perjalan dinas dewan.” Kami mintalah sekwan untuk selektif memberikan stafnya mendampingi kami”jelasnya.

 

Ia menceritakan pengamalamnya, saat Bamus ada agenda kunjungan di luar kota dan didampingi 4 staf dari sekretariat. Hanya saja selama perjalanan ia tidak pernah melihat staf yang mendampingi Bamus saat itu. Yang paling dikeluhkan saat dibandara ternyata kode buking tiket pesawat dibawa staf yang sudah berangkat duluan.

 

” Saya sangat sesalkan itu, kalau seperti ini terus lebih baik tidak usah ada staf pendamping” ia meminta kedepan sekwan memberikan keleluasaan legislator untuk memilih sendiri staf pendamping yang diinginkannya.” Sekwan tidak usah tunjuk staf, biar kami sendiri yang memilih mau itu pegawai maupun non pegawai.”katanya.

 

Sementara Sekwan, Adwi Umar mengaku kalau keluhan dewan soal staf pendamping disetiap kunjungan baru terjadi diperiode ini, selama belasan tahun di sekretariat, problem dewan baru muncul.” Ini baru pertama terjadi kondisi begini, sebleumnya staf tidak pernah ada yang bermasalah atau dikeluhkan.”katanya.

 

Ia berjanji akan mengevaluasi seluruh staf disekretariat , selain itu ia juga bakal selektif mengutus staf yang mendampingi dewan disetiap kunjungan.” Kita akan efaluasi dan memberikannya sanksi, serta staf yang diketahui tidak mejalankan tugasnya saat mendampingi dewan tidak lagi memberikan kesempatan.”katanya.(*)

Komentar Pembaca