KPK Di “Begal”

1
23

KPK Di “Begal”

Oleh: Ahmad*

Inspiratifnews.com Merespon fenomena sosial yang akhir-akhir ini meresakan masyarakat dengan aksi “pembegalan” yang berakibat pada hilangnya nyawa seseorang karena akibat begal dan menimbulkan frustasi sosial. Begal dalam kamu Besar Bahasa Indonesia adalah “penyamun”.

Pembegalan adalah sebuah aksi merampas di tengah jalan dengan menghentikan pengendaranya. Biasanya, pembegalan terjadi di jalanan yang jauh dari keramaian, perampok, penyamun, penggarong.

Dalam bahasa fiqih Begal dimaknai sebagai segerombolan orang yang saling tolong menolong dan bantu membantu dalam melaksanakan maksud mereka, mengganggu orang-orang di jalanan, merampas harta benda dan tidak segan-segan membunuh. Demikianlah definisi qutthout thariq dalam at-Tadzhib fi adillati matnil ghayah wat taqrib.

Ibnu Abbas sebagaimana diterangkan Imam Syafi’i dalam al-Umm berpendapat bahwa yang dimaksud dengan membuat kerusakan di bumi adalah berbuat sesuatu di muka bumi yang dapat merusakkan kehidupan, seperti membunuh jiwa dan merampok harta benda, atau menggaggu ketentraman masyarakat. Menurut ulama modern termasuk dalam kategori perampok dan begal adalah koruptor, pengemplang pajak negara dan juga pencuri kayu dihutan lindung. Karena posisi mereka yang merusak stabilitas ekonomi negara dan semakin menyengsarakan nasib bangsa.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjadi perbincangan hangat ditengah pakar dan akademisi tapi tidak luput juga oleh para elite di republik ini. Revisi UU KPK telah menyita banyak waktu dan pikiran terutama bagi yang ingin melihat KPK tetap bertahan dan menunjukkan “taringnya” dalam memberantas Korupsi.

Revisi UU yang digalakan oleh elite politik menjadi momok bagi KPK untuk melangkah dan menuntaskan kasus korupsi di Negara ini. KPK “dibegal” hak dan wewenangnya dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. KPK akan dilumpuhkan demi tujuan para elite karena dapat mengancam “eksistensi elite korup”. Persoalan bangsa yang semakin akut karena akibat ulah para “pembegal” yang tiap hari menggerogoti uang rakyat.

KPK adalah ancaman bagi para koruptor sehingga mau tidak mau KPK harus dibegal dengan mengurangi wewenang dan membatasi langkahnya. Mental begal kerap kali menjadi “mental elite” yang kerjanya adalah melakukan pembegalan terhadap hak-hak rakyat dan tidak tanggung-tanggung “membunuh” rakyatnya. Begal konstitusi adalah salah satu yang dilakukan oleh kelompok ini dengan melahirkan oligarki.

Rakyat tak berdaya dan dibuat tak berdaya menghadapi penguasa dengan wajah ramah tapi berhati “monster” yang setiap saatnya ingin memangsa korbanya. Mental monster menjadi perwajahan sebagian elit republik ini bahkan tak jarang mereka menjadi “predator kuasa” yang melumpuhkan setiap lawannya.

Pembegalan bukan sekedar merampas harta dan membunuh korbannya tapi sampai kepada membuat “trauma sosial” akibat tindakan yang ditimbulkan.

Kalau KPK kita ibaratkan “korban” maka setiap langkah dan tindakannya akan dibuat tak berdaya bahkan dibuat trauma untuk tidak beroperasi melakukan pembersihan terhadap monster yang bernama “penguasa dan pengusaha” yang kerap kali berselingkuh antara kapitalis dan penguasa. Hal ini yang menjadi pemandangan di republik ini, yang mengancam keindonesian kita.

*Ketua Umum DPD IMM Sulsel

BAGIKAN

Komentar Pembaca