Krisis Ekonomi Versi Driver Online

0
66

KRISIS EKONOMI VERSI DRIVER ONLINE
Oleh: Muhammad Ikbal*

Inspiratifnews.com-Opini Sejak awal Ramadhan hingga pertengahan pengguna jasa taksi online seperti grab bike dan Go-Jek sangat lesu dan nyaris tidak ada,hal ini sangat terasa bila dibandingkan pada saat beberapa pekan2 sebelum bulan ramadhan.

Kurangnya pengguna jasa angkutan online ini bukan disebabkan karena animo masyarakat menurun terhadap jenis angkutan ini melainkan faktor yg paling dominannya adalah faktor krisis ekonomi yg terjadi di tengah masyarakat Indonesia.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya pusat pusat perbelanjaan seperti mall,swalayan,toko pakaian dan pusat-pusat grosir barang kebutuhan rumah tangga biasanya sudah dipadati pengunjung di sore hingga malam hari pada saat seperti ini namun saat ini masih saja kelihatan sepi dan adem,hal ini juga diakui salah seorang security salah satu mall terbesar di Makassar yg juga menjadi pusat berkumpulnya para driver online untuk mencari dan mengantar jemput penumpang.

Krisis ini juga ditandai dg masih menguatnya nilai tukar dollar terhadap rupiah yg berada dikisaran 14000 hal ini juga sangat berimbas pada pendapatan bagi para driver on line baik mobil maupun motor baik secara langsung maupun tidak langsung.

Apa bila kondisi ini terus berlanjut maka bukan tidak mungkin banyak diantara pemilik dan pengemudi kendaraan on line yg merumahkan kendaraannya bahkan yg paling fatal kendaraan yg masih berstatus cicilan bisa terjadi keterlambatan pembayaran angsuran dan akhirnya disita oleh pihak lising.

Diakui atau tidak terjadinya kelesuan atau krisis ekonomi imbasnya sangat terasa pada masyarakat menengah bawah termasuk didalamnya para driver online yg menggantungkan hidupnya dijalanan untuk melayani kebutuhan para pengguna jasa tersebut, olehnya itu pemerintah seharusnya ikut serta memikirkan nasib para pekerja lapangan yakni driver online karena bagaimanapun mereka adalah bagian dari anak bangsa yg butuh hidup yg lebih layak tentunya dg memperbaiki aturan yg ada yg tidak hanya berpihak pada konglomerasi dan perusahaan namun juga berpihak kepada eksekutor lapangannya sebagai bagian dari pelayanan jasa.

*Ketua Komunitas Masyarakat transportasi online Indonesia

Komentar Pembaca