KTT OKI Siapkan Dokumen Bagi Palestina

0
93

Inspiratifnews.com-Jakarta, Indonesia ditunjuk oleh Palestina dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa ke-5 yang khusus membahas mengenai solusi damai bagi Palestina. Disebut KTT luar biasa karena diadakan di luar dari jadwal pertemuan tahunan OKI.

 

Semula KTT ini direncanakan digelar di Maroko, tetapi mereka tidak siap, sehingga dialihkan ke Indonesia. Indonesia mengundang 56 negara anggota OKI, empat negara pengamat dan empat negara yang terlibat dalam perundingan damai antara Palestina dengan Israel.

 

KTT ini menjadi pertemuan internasional besar kedua yang digelar di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo usai di tahun sebelumnya Indonesia menggelar Konferensi Asia Afrika (KAA). Berikut rangkaian kegiatan KTT Luar Biasa OKI yang digelar pada tanggal 6-7 Maret 2016 di Jakarta Convention Centre (JCC):

 

6 Maret

 

Hari pertama pertemuan KTT Luar Biasa OKI dimulai pukul 09:00 WIB. Agenda berupa pertemuan secara tertutup di antara pejabat tinggi setingkat Direktur Jenderal dari 56 negara anggota OKI. Mereka akan membahas paragraf demi paragraf dua dokumen yang akan dihasilkan dalam KTT Luar Biasa OKI.

 

Dua dokumen yang dimaksud yakni deklarasi dan resolusi.

 

“Deklarasi berisi langkah-langkah lanjutan apa yang dapat dilakukan usai KTT OKI ini berakhir. Apa yang dapat dilakukan oleh negara anggota OKI untuk membantu Palestina agar dapat memberikan solusi yang adil dan sesuai dengan tema KTT OKI: united for a just solution,” ujar Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri, Hasan Kleib dalam sebuah dialog.

 

Sementara, resolusi berisi pernyataan dan sikap negara anggota OKI dalam menghadapi konflik antara Israel dengan Palestina.

 

Di waktu bersamaan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral dengan beberapa Menlu negara asing di JCC. Berdasarkan informasi dari juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir,

 

“Rencananya ada sekitar lima Menlu yang akan menggelar pertemuan bilateral dengan Menlu Retno yakni: Gambia, Afghanistan, Mesir, Tajikistan dan Sierra Leone,” ujar Arrmanatha melalui pesan pendek yang diterima Rappler pagi ini.

 

Acara bilateral pertama, Arrmanatha melanjutkan, dimulai pukul 10:00 WIB. Tetapi, pertemuan tersebut sifatnya dinamis, karena tergantung dari kecocokan waktu.

 

Usai dokumen diberikan masukan dan dibahas tuntas di tingkat pejabat tinggi, maka akan diserahkan ke Menlu untuk dilanjutkan pembahasan pada pukul 14:00 WIB.

 

Agenda ditutup dengan jamuan makan malam yang dilakukan Presiden Joko Widodo bagi kepala negara serta delegasi KTT Luar Biasa OKI.

 

3 Maret

 

Tim dari Polri melakukan apel persiapan keamanan KTT Luar Biasa OKI di lapangan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Inspektur Jenderal Polisi, Tito Karnavian mengatakan untuk pengamanan KTT tersebut, polisi akan mengerahkan 4.000 personel.

 

“Personel itu termasuk BKO (Bantuan Kendali Operasi) dari Korps Brimob untuk mendukung operasi polisi. Total ada 600 personel BKO, termasuk gegana penjinak bom,” ujar Tito.

 

Dalam pengamanan, anggota TNI berada sebagai garda terdepan, sedangkan Polri mendukung di belakang.

 

“Tanggal 7 Maret baru dilaksanakan KTT yang diikuti kepala negara, maka saat itu berlaku prosedur tetap pengamanan VVIP dengan rekan-rekan TNI di garis depan atau penjuru utama. Sementara, polisi sebagai pendukung. Informasi sementara, dari 49 negara yang menyatakan hadir, 25 negara dihadiri langsung oleh kepala negara,” kata dia.

 

Dia menjelaskan pengamanan akan mulai diberlakukan sejak delegasi dan pemimpin negara tiba di bandara. Pengamanan juga melekat di tempat para delegasi dan pemimpin negara menginap di hotel.

 

Kendati rangkaian KTT OKI sudah dimulai pada hari Minggu esok, namun Tito mengatakan kegiatan hari bebas kendaraan (CFD) tetap berjalan seperti biasa.

 

“Nanti akan ada rute-rute khusus dari lokasi para delegasi menginap menuju ke Jakarta Convention Centre (JCC). Saya kira minta kerjsama dengan warga masyarakat kalau nanti ada rombongan yang melintas ya berikan prioritas,” kata mantan Kapolda di Papua itu.

 

25 Januari

 

Indonesia mengirimkan undangan resmi kepada 56 negara anggota OKI, 4 negara pengamat dan 4 pihak yang dianggap berperan penting dalam proses perdamaian antara Palestina dengan Israel. Undangan ditanda tangani secara resmi oleh Presiden Joko Widodo. Kendati kemungkinan besar akan ikut disinggung, namun Israel tidak diundang oleh Indonesia, karena bukan termasuk anggota OKI.

 

13 Januari

 

Sekretaris Jenderal OKI mengirimkan surat resmi kepada Pemerintah Indonesia. Isinya meminta kesediaan Indonesia untuk menjadi tuan rumah KTT Luar Biasa yang khusus membahas mengenai nasib warga Palestina.

 

Satu minggu kemudian Indonesia menyanggupi permintaan itu. Menurut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, sudah saatnya isu mengenai penjajahan di Palestina dikembalikan ke jalur dan radar perhatian publik dunia.(ish)

Komentar Pembaca