Lawan Kotak Kosong, MB Dianggap Telah Torehkan Prestasi

0
113

Inspiratifnews.com-Enrekang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kab. Enrekang dipastikan hanya akan diikuti oleh satu pasang calon yaitu Muslimin Bando yang berpasangan dengan Asman. Pasangan ini tidak mendapatkan lawan untuk bertarung sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Kab. Enrekang

Muslimin Bando yang merupakan sosok petahana ini menjadi satu-satunya pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kab. Enrekang yang mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Enrekang dengan dukungan tujuh partai pendukung yakni Hanura, PDI-P, Nasdem, Gerindra, Demokrat, PAN, dan Golkar.

Hal ini membuat MB akronim nama Muslimin Bando akan melawan kotak kosong pada pilkada yang akan di gelar Juni mendatang.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulsel Mahyuddin Abdullah saat ditemui Inspiratifnews.com, Senin (15/1/2017) mengatakan bahwa fenomena kotak kosong yang terjadi di Pilkada Enrekang menjadi bukti bahwa MB telah menjadi magnet yang kuat bagi Partai Politik untuk mendukungnya dengan torehan kinerjanya selama menjabat Bupati selama satu periode ini.

“kinerja yang telah dilakukan oleh pak Muslimin Bando selama menjabat Bupati Enrekang telah menjadi magnet bagi Partai Politik untuk kembali mendukungnya pada pilkada kali ini” ungkap Mahyuddin

Selain itu, Mahyuddin juga menganggap bahwa kesederhanaan serta kemampuan mengakomodasi seluruh elemen di Kab. Enrekang membuat MB semakin di percaya untuk melanjutkan kepemimpinannya.

“sifat low profile, jaringan yang dimiliki serta kemampuan beliau memenuhi keinginan seluruh elemen di Enrekang menjadikan pak MB dipercaya untuk kembali memimpin Enrekang” terangnya Mahyuddin.

Ia menambahkan, dengan fenomena kotak kosong ini akan membuat masyarakat Enrekang tidak tercerai-berai dan terkotak-kotak oleh kandidat pasangan calon.

“saya melihat dengan fenomena kotak kosong ini bisa membuat masyarakat di Enrekang tidak terkotak-kotak dan tercerai-berai karena hanya persoalan pilkada, dan justru hal ini merupakan substansi dari kemufakatan dari proses demokrasi” imbuhnya.

Bahkan Mahyuddin optimis, dengan kotak kosong ini dapat melahirkan proses demokrasi yang lebih berkualitas. (uc2)

Komentar Pembaca