LGBT Ancam Eksistensi Kehidupan Manusia

0
69

Inspiratifnews.com-Nasional Berkembangnya fenomena sosial tentang gaya hidup lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) harus mendapat perhatian serius dari semua kalangan. Perilaku laknat ini kian marak di perbincangkan setelah beberapa negara di Eropa dan Benua Amerika membolehkan pernikahan sesama jenis di negara mereka. Padahal tidak ada satupun ajaran agama yang membenarkan perilaku tersebut.

Wakil Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. Yunahar Ilyas menuturkan, homoseksual merupakan musuh paling dasar kemanusiaan dan hak asasi manusia (HAM). Sebab, kalau homoseksual dibenarkan, tidak akan ada reproduksi manusia.

“Itu mengancam eksistensi manusia dan menuju kepunahan manusia,” kata Yunahar Ilyas, Kamis (4/2) seperti yang dilansir Republika

Prof. Yunahhar menilai, logika para pendukung lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang mengaitkan kebenaran mereka dengan HAM, terbalik. “Di dalam Islam, hukuman homoseksual lebih besar daripada zina,” kata dia.

Hukuman zina dibagi dua, kalau dilakukan orang belum menikah dicambuk 100 kali dan jika sudah menikah dibunuh.

“Namun, kalau homoseksual, semuanya dihukum mati,” kata dia.

Senada dengan pernyataan di atas, pengasuh Pondok Pesantren Buntet Cirebon KH Ayip Abbas menilai, berkembangnya gaya hidup LGBT menunjukkan bahwa jiwa bang sa Indonesia sudah sakit. “Maraknya perilaku seksual menyimpang akibat salah satu dampak modernitas. Efek domino kebebasan nyeleneh yang diagungkan,” pungkasnya.

Kiai Ayip meminta agar ulama yang terjun ke politik kembali pada khitahnya memperbaiki umat. Orang tua dan guru, kata dia, harus lebih peka pada perkembangan anak sebab gaya hidup LGBT sudah menggerogoti anak-anak sejak dini. “Pendidikan di rumah kurang. Lalu, ditambahi sistem pendidikan yang amburadul, ya hancur generasi kita,” tuturnya.

Beliau juga mengkritisi tayangan televisi yang destruktif. Menurut dia, tayangan sinetron, musik, reality show, dan sejenisnya yang tak mendidik menjadi satu bagian yang berperan merusak generasi bangsa. “Fungsi KPI formalitas saja, tayangan televisi makin rusak. Tantangan orang tua sekarang lebih berat,” ungkapnya.

Oleh karena itu diharapkan kepada Seluruh elemen masyarakat untuk bergandengan tangan dalam mencegah berkembangnya gaya hidup lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di Indonesia. Para orang tua dan guru diingatkan untuk lebih peka terhadap perkembangan anak sebab gaya hidup LGBT sudah mulai mengancam anak-anak sejak dini. (uc2)

Komentar Pembaca