LPS Edukasi Jurnalis Mengenai Program Penjaminan

0
60

Inspiratifnews.com – Makassar — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan sejak beroperasi hingga akhir Bulan Maret 2016, LPS telah melakukan pembayaran klaim simpanan sebesar 777,93 miliar atas Bank yang ijin usahanya telah dicabut oleh OJK, terdiri dari 64 BPR dan 1 bank Umum.

Hal tersebut diungkapkan Senior Executive Vice President LPS Suharno Eliandy, pada media workshop di hotel Aryaduta, Makassar (25/5/16).

“Selama 6 tahun terakhir nasabah LPS mengalami peningkatan, pada bulan Januari 2016 jumlah rekening perbankan ialah sebesar 177.272.424 atau naik sekitar 82% dibanding tahun 2010. Dan jumlah nominal nya ialah sebesar 4.468,8 triliun atau naik 88% dibandingkan tahun 2010,” ucapnya.

Kata dia Hingga saat ini terdapat 1.916 bank diantara 1798 BPR dan 118 Bank Umum yang menjadi Penjamin LPS.

Tercatat pada bulan Maret 2016 Jumlah rekening yang dijamin LPS mencapai 179.821.600 rekening atau tumbuh 1.149.399 rekening (0,64%) dibanding posisi jumlah rekening hingga Februari 2016 yang sebanyak 178.672.201 rekening.

Dilihat dari total simpanan berdasarkan nilai simpanan yang dijamin, untuk simpanan dengan nilai sampai dengan Rp. 2 miliar, jumlah rekeningnya meningkat sebesar 0,65% (MoM), dari 178.447.774 rekening pada Februari 2016 menjadi 179.599.500 rekening di bulan Maret 2016). Jumlah nominal simpanannya turun sebesar 0,56% (MoM), dari posisi akhir Februari 2016 dengan jumlah nominal simpanan sebesar Rp. 1.998.159 miliar, menjadi Rp. 1.986.881 miliar (Maret 2016).

Sedangkan untuk simpanan dengan nilai di atas Rp. 2 miliar, jumlah rekeningnya turun 1,04% (MoM), dari 224.427 rekening (Februari 2016) menjadi 222.100 rekening (Maret 2016). Namun, jumlah nominal simpanannya meningkat sebesar 1,97% (MoM), dari Rp. 2.514.598 miliar (Februari 2016) menjadi Rp. 2.564.026 miliar (Maret 2016).

“Berdasarkan jenis simpanannya, jumlah rekening giro, tabungan, deposit on call dan sertifikat deposito mengalami kenaikan, sedangkan jumlah rekening deposito mengalami penurunan,” ujarn Suharno.

Terkait dengan jenis valuta, sambung Suharto, baik jumlah rekening simpanan dalam rupiah maupun valas sama-sama meningkat. Lain halnya dengan nominal simpanannya , nominal simpanan dalam rupiah meningkat sedangkan nominal simpanan dalam valas menurun. ‎

Peningkatan jumlah rekening simpanan yang dijamin dalam rupiah adalah sebesar 0,64% (MoM), dimana per akhir Februari 2016 berjumlah 177.591.374 rekening, menjadi 178.733.899 rekening per akhir Maret 2016. Sementara itu, peningkatan jumlah rekening simpanan dalam valas juga sebesar 0,64% (MoM), dimana per Februari 2016 jumlahnya 1.080.827 rekening, kemudian naik menjadi 1.087.701 rekening di akhir Maret 2016.

“Jika dilihat dari nominalnya, simpanan dalam rupiah mengalami peningkatan sedangkan simpanan dalam valas mengalami penurunan. Simpanan dalam rupiah meningkat 1,51% (MoM), dari sebesar Rp. 3.795.025 miliar (Februari 2016) menjadi Rp. 3.852.462 miliar (Maret 2016). Simpanan dalam valas, jumlahnya menurun sebesar 2,69% (MoM) dari sebesar Rp. 717.732 miliar (Februari 2016) menjadi Rp. 698.445 miliar (Maret 2016),” tambahnya.

LPS total simpanan di bank umum per Maret 2016 mengalami sedikit peningkatan sebesar Rp. 38.150 miliar atau 0,85% (MoM) dibanding posisi akhir Februari 2016, nilainya menjadi sebesar Rp. 4.550.907 miliar.

Bank umum peserta penjaminan per Maret 2016 berjumlah 118 bank. Terdiri dari 106 bank umum konvensional dan 12 bank umum syariah. Bank umum konvensional, terdiri dari 4 Bank Pemerintah, 26 Bank Pemerintah Daerah, 66 Bank Umum Swasta Nasional dan 10 Kantor Cabang Bank Asing.(rilis)

Komentar Pembaca