LPSK Pastikan Keamanan Saksi Kasus Taat Pribadi

0
121

Inspiratifnews.com – Surabaya – LPSK, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memastikan keamanan  saksi  kasus pembunuhan oleh pengikut Taat Pribadi. Upaya memastikan keamanan tersebut diantaranya dengan melakukan koordinasi pengamanan dengan pihak kepolisian setempat. “Pagi tadi kami koordinasi dengan Polda Jatim, dan akan kami lanjutkan koordinasi dengan Polres Probolinggo”, ujar Wakil Ketua LPSK,Lili Pintauli Siregar, yang memimpin langsung koordinasi tersebut di Mapolda Jatim (6/11).

Koordinasi pengamanan sangat penting dikarenakan besok (7/11) di PN Kraksaan Probolinggo akan digelar sidang pembunuhan Ismail dan Abdul Gani, keduanya pengikut Taat Pribadi yang melaporkan dugaan penipuan Taat, dengan terdakwa Wahyu Wijaya dan kawan-kawan. Sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan saksi . “11 orang saksi adalah terlindung LPSK, oleh karenanya kami wajib memastikan keamanan mereka termasuk melalui koordinasi dan kerjasama dengan aparat kepolisian”, jelas Lili.

LPSK menjelaskan pengamanan saksi perlu mendapatkan perhatian khusus dikarenakan Padepokan Dimas Kanjeng memiliki pengikut yang cukup banyak. Dengan memberikan rasa aman dan nyaman kepada saksi, diharapkan saksi dapat memberikan keterangan dengan tenang. “Ini penting agar apa yang sebenarnya terjadi pada kasus ini bisa terungkap dengan jelas melalui keterangan saksi”, imbuh Lili.

Lili sendiri akan memimpin tim LPSK yang mendampingi 11 saksi terkait tewasnya 2 pengikut Dimas Kanjeng yakni Ismail dan Abdul Gani. LPSK juga mengingatkan bahwa pengamanan kepada 11 saksi tersebut harus benar-benar optimal. Hal ini mengingat Ismail dan Abdul Gani sendiri sebenarnya saksi atas kasus penipuan yang diduga dilakukan oleh pimpinan padepokan Dimas Kanjeng, Taat Pribadi. “Dari kasus ini kita bisa melihat besarnya ancaman yang mungkin diterima oleh para saksi”, ungkap Lili.

LPSK memberikan perlindungan terhadap beberapa saksi terkait Taat Pribadi dan pengikutnya berupa perlindungan fisik dan rehabilitasi psikologis. Rehabilitasi psikologis diberikan karena adanya trauma yang dialami para saksi yang kebanyakan kaki-tangan Taat Pribadi. Rehabilitasi psikologis sama seperti perlindungan fisik, tujuannya agar para saksi merasa aman dan nyaman saat bersaksi hingga bisa mengungkap tindak pidana ini. “Perlindungan akan diberikan selama diperlukan, terutama saat proses peradilan pidana”, pungkas Lili. (*)

Komentar Pembaca