Lutfi : Kepala Daerah Tidak Boleh Jadi Raja

0
148

 

Inspiratifnews.com – Makassar, Kisruh Raja Gowa Ke 37 Gowa, Andi Maddusila Karaeng Katangka dengan Bupati Gowa Ichsan Purichita terkait pengangkatan Ichsan sebagai Sombayya melalui ranperda, menuai reaksi dari Tokoh Masyarakat dari Tanah Luwu, Luthfi A Mutty, berikut penjelasannya yang diterima oleh redaksi inspiratifnews.com :

Ketika Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, di berbagai daerah masih berdiri kerajaan – kerajaan yang memang sudah eksis jauh sebelumnya. Namun perlu dipahami bahwa kerajaan-kerajaan dimaksud tidaklah berdaulat secara penuh laiknya sebuah negara merdeka.

Karena para raja yg akan memangku jabatan, harus terlebih dahulu membuat perjanjian/pernyataan setia kepada pemerintah dan raja/ratu Belanda.

Ada yang berupa pernyataan pendek (korte verklaring), ada pula yang berupa pernyataan panjang (lange kontracten). Ketika Indonesia merdeka, eksistensi kerajaan2 itu diakui oleh negara seperti tertera dalam penjelasan UUD 1946 yang menyatakan bahwa dalam wilayah Indonesia terdapat lebih dari 250 zelfbesturrende landschappen atau DAERAH SWAPRAJA.

Di samping daerah swapraja, ada pula daerah – daerah yang bersifat otonom atau DAERAH SWATANTRA.

Dalam perkembangan ketatanegaraan kita, seiring dengan adanya desakan untuk melakukan demokratisasi pemerintahan, maka daerah-daerah swapraja ditetapkan menjadi daerah swatantra.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah menetapkan bahwa daerah swapraja yang beralih status menjadi daerah swatantra, maka kepala swapraja (raja) yang sedang menjabat, sepanjang memenuhi syarat dan memiliki kompetensi akan ditetapkan menjadi kepala daerah swapraja tanpa melalui pemilihan.

Berdasarkan ketentuan ini maka, raja-raja di sulsel yang sedang memangku jabatan sebagai kepala daerah swapraja ketika itu, langsung diangkat menjadi kepala daerah swatantra. Jadi bukan sebaliknya, seseorang yang sementara menjabat sebagai kepala daerah otonom diangkat menjadi kepala daerah swapraja.

(Luthfi Andi Mutti)

Komentar Pembaca