Mahasiswa Sospol Unhas Gelar Instalasi Otak Kiri

0
167

Inspiratifnews.com – Makassar, Ketika berjalan-jalan mengitari kota ini sangat banyak dijumpai tulisan dan gambar yang secara “liar” menempel di tembok-tembok bangunan, atau yang biasa disebut dengan graffiti dan mural. fenomena ini telah marak kita jumpai beberapa tahun belakangan.

Bagi sebagian masyarakat fenomena ini dianggap sebagai hal yang meresahkan karena merusak warna bangunan yang telah ditata oleh rapi oleh pemilik bangunan, namun disatu sisi sangat menghibur mata karena graffiti yang mampu menampilkan keindahan kepada masyarakat.

Tetapi apakah hanya aspek estetik yang menjadi persoalan dalam fenomena ini ? ataukah banyak hal-hal yang tersembunyi dan tak nampak ketika kita berbicara tentang fenomena ini ? ibarat fenomena gunung es, persoalan estetik bahkan etis hanyalah hal yang dipersoalkan oleh orang-orang awam yang mengambil sikap pro-kontra pada fenomena ini dengan hanya menimbang indah atau tidak indah tulisan-tulisan yang disajikan sang bomber, atau layak atau tidakkah tulis itu tertempel di ruko-ruko kota.

Dalam kajian semiotika setiap tanda memiliki makna, tulisan-tulisan atau gambar yang terpampang ditembok-tembok bangunan tersebut memiliki maksud tujuan, yakni menyampaikan pesan terhadap masyarakat; perpaduan kata, keindahan serta pemilihan lokasi adalah strategi tersendiri agar pesan dapat tersampaikan secara efektif.

Orientasinya pun beragam mulai dari ekspresi ide-ide kreatif, memperkenalkan indentitas sebuah kelompok, maupun menyampaikan kalimat-kalimat perjuangan yang dibalut oleh ideologi tertentu.

Dalam kajian ilmu politik tulisan dan gambar yang bertujuan untuk menyampaikan pesan perjuangan adalah sebuah gerakan politik seharian (daily politic), dimana terdapat dimensi relasi kuasa dalam setiap penggalan kata yang disuarakan oleh para bomber.

Namun betulkah fenomena graffiti dikota ini berorientasi pada gerakan politik keseharian ataukah hanya reaksi life style pemuda yang hanya ingin menggunakan ruang-ruang publik sebagai media dalam mengekspresikan ide kreatif mereka.

Dari sinopsis diatas, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KEMA) Sosial Politik (Sospol) Universitas Hasanuddin bekerjasama dengan Pena Hitam Makassar dan Stofo menggelar kegiatan bertajuk “Instalasi Otak Kiri” (INSTORI) 2016, mulai dari tanggal 26 – 28 september.

Panitia Instori, Aqilah mengatakan, kegiatan yang kami buat berasal dari fenomena sosial yang ada di perkotaan, dan disimulasikan melalui karya – karya grafiti dengan tema “Suara dari tembok kota” kemudian didiskusikan, ujar gadis berkacamata ini pada inspiratifnews.com.

Setelah diskusi, kata aqilah, sinopsis diatas adalah bagian dari asal usul lahirnya tema kegiatan ini, juga akan diadakan workshop dan beberapa persembahan komunitas grafiti yang telah dibagi selama 3 hari.

Lebih lanjut Aqilah, imajinasi dan kreativitas perlu diasah dan dikembangkan melalui kegiatan – kegiatan yang positif yang melibatkan otak kiri dapat bekerja dengan baik sehingga ada keseimbangan antara otak kanan dan otak kiri, tutur mahasiswi semester akhir sospol yang juga punya hobi menulis ini.

Adapun rundown acara selengkapnya sebagai berikut :

Day 1 (Senin, 26 September 2016 pukul 13.00 Wita – Selesai, Pelataran taman sospol unhas)

– 15.00 Wita – Selesai : Diskusi “Fenomena mural dan graffiti melalui perspektif sosial politik” Oleh : Viny mamonto, Swatantra, Kamil (Grafiti writer Mks)

Day 2 (Selasa, 27 September 2016 pukul 15.00 Wita – Selesai, Pelataran taman LEMA FISIP unhas)

– Live Painting : Aws.one, Artic, Kema Artist

– Jamming :
– Kapal Udara
– Wildhorse
– Ruang baca
– Next delay
– Burning the hawks
– Pure Hero
– Valhalla
– Aweks

Day 3 (Rabu, 28 September 2016 pukul 15.00 Wita – Selesai, Pelataran taman LEMA FISIP unhas)

– Workshop (Anatomi tubuh Oleh : Ikra-man “Stofo mks”)
– Nonton film “Bansky exit through the gift shop”

All day :
– Mini Eksebisi dari Penahitam Mks, Stofo, Serambi, Kema FISIP Unhas

– Lapakan Buku : Kedai Buku Jenny, Kata kerja, Taman Orange, Metabuku, Paradigma group

Line support with :
Musicalab studio, Stofo, Penahitam Mks, Aws.one Wallriot, Revius, Serambi, Identitas unhas

Nah, bagi kamu yang gemar dengan grafity dan ingin mengikuti berbagi kegiatan ini, silahkan berkunjung ke Fakultas Sospol Universitas Hasanuddin, dan jangan lupa ceritakan keseruannya di akun medsosmu. (*)

Komentar Pembaca