Mantan Ketua Parlemen Halimah Yacob Kini Menjadi Presiden Wanita Pertama Singapura

0
19

Inspiratifnews.com, Singapura-Halimah Yacob ditetapkan menjadi presiden wanita pertama Singapura. Mantan ketua parlemen ini akan secara resmi dilantik pada hari Rabu (13/9/2017), setelah kandidat lainnya tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan untuk mengikuti pemilihan.

Pengalaman wanita melayu ini sebagai pembicara di parlemen selama lebih dari tiga tahun secara otomatis memenuhi syarat peraturan pencalonan. Menurut Departemen Pemilihan (ELD), dari empat pemohon, dua di antaranya bukan orang Melayu dan dua lainnya tidak diberi sertifikat kelayakan.

Halimah binti dulunya anggota Partai Aksi Rakyat (PAP), dia adalah Ketua Parlemen yang kesembilan, yang menjabat dari Januari 2013 sampai Agustus 2017. Dia adalah Anggota Parlemen (MP) yang mewakili Konstituensi Perwakilan Jurong Group antara tahun 2001 dan 2015, dan Konfrensi Demokrasi Kelompok Marsiling-Yew Tee pada tahun 2015 dan 2017. Pada tanggal 7 Agustus 2017, dia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Pembicara dan MP, dan dari keanggotaannya di PAP, untuk menjadi kandidat untuk pemilihan presiden Singapura 2017. Halimah memenangkan kursi kepresidenan setelah dinyatakan sebagai satu-satunya kandidat yang memenuhi syarat untuk jabatan tersebut.

Halimah mengatakan ELD mengeluarkan sertifikat kelayakan kepadanya, yang membuka jalan baginya untuk ikut serta dalam Pemilu Presiden.

“Saya hanya bisa mengatakan bahwa saya berjanji untuk melakukan yang terbaik yang bisa saya lakukan untuk melayani masyarakat Singapura” ujarnya.

Farid Khan, salah satu kandidat yang gagal adalah ketua perusahaan jasa kelautan Bourbon Offshore Asia. Ia mengatakan dengan terpilihnya Halimah Yacob maka lebih banyak lagi orang Malaysia memegang jabatan politik, dan beberapa di antaranya berada di dunia usaha.

Kaum Melayu terakhir yang memegang kursi kepresidenan adalah Yusof Ishak. Yusof adalah presiden antara tahun 1965 dan 1970, tahun-tahun pertama kemerdekaan Singapura menyusul persatuan dengan negara tetangga Malaysia, namun kekuasaan eksekutif terletak pada Lee Kuan Yew, perdana menteri pertama negara tersebut.

Orang-orang Melayu, yang membentuk lebih dari 13 persen dari 3,9 juta warga Singapura dan penduduk tetap, juga berperforma buruk terhadap tindakan seperti pendidikan di universitas dan sekolah menengah. Meski menjadi calon presiden, Halimah mengenakan jilbab, yang dilarang di sekolah negeri dan pekerjaan sektor publik yang membutuhkan seragam. Tapi dia jarang berbicara secara terbuka mengenai masalah ini.

Editor : Ana

 

loading...
BAGIKAN

Komentar Pembaca