Masalah Pengaktifan “Ahok” Sebagai Gubernur Jakarta, Jokowi Bilang Begini !

0
144

Inspiratifnews.com – Jakarta, Rombongan Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah menemui Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Diterima di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, (20/2), rombongan yang dipimpin oleh Ketua Umum Dahnil Anzar Simanjuntak ini menyampaikan 3 masalah mendasar bangsa Indonesia.

Dari ketiga poin permasalahan bangsa saat ini, terkait kegaduhan Pemerintahan dikala pengaktifan kembali Ahok – Djarot sebagai Gubernur – Wakil Gubernur DKI Jakarta setelah proses cuti kampanye.

Dijelaskan, Ketua Umum PP Pemuda Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, pihaknya mempunyai 3 poin mendasar permasalahan bangsa untuk Presiden RI Jokowi ketahui.

Permasalahan Pertama, adalah poin-poin hasil Tanwir PP Pemuda Muhammadiyah yang diselenggarakan pada 28 – 30 November 2016 lalu.

Permasalahan kedua, “Beliau mau mendengar hasil riset MAK (Madrasah Anti Korupsi) PPPM terkait rente jabatan aparatur sipil negara (ASN) yang pernah kami publish,” Dahnil menjelaskan.

Permasalahan ketiga, adalah permintaan agar Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok segera di-non-aktifkan sebagai Gubernur DKI Jakarta.  “Termasuk kami meminta Ahok segera dinon-aktifkan,” jelas Dahnil.

Pemuda Muhammadiyah menilai status Ahok  yang tetap menjabat sebagai Gubernur meski sudah menjadi terdakwa kasus penodaan agama ini menimbulkan kegaduhan di publik.

Menanggapi permintaan itu, lanjut Dahnil, Presiden Jokowi mengaku akan menunggu pandangan hukum yang resmi. Setelah Mahkamah Agung (MA) menolak mengeluarkan fatwa, pemerintah hanya tinggal menunggu keputusan dari Pengadilan Tata Usaha Negara. “Apabila PTUN menyatakan Ahok harus dinonaktifkan, maka Presiden akan ikut,” kata Dahnil saat mengungkapkan jawaban Presiden Jokowi. (*)

Komentar Pembaca