Melalui Surat Terbuka, PNS Ini Kritik Walikota Parepare

0
87

Inspiratifnews.com-Parepare Walikota Parepare Taufan Pawe mendapat kritikan melalui surat terbuka dari salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pendidikan Kota Parepare Dr. Ahmad Kohawan, Jum’at (27/5/2016).

Ahmad merupakan mantan Presiden Mahasiswa STAIN Parepare itu juga dikenal aktif pada berbagai komunitas dan organisasi di Parepare. 

‎Ia menulis surat terbuka tersebut untuk mengkritik Walikota terkait insiden jenazah yang diangkut menggunakan motor di Parepare. Insiden tersebut sempat menghebohkan warga Parepare dan menjadi Trending Topic di Sosial Media.

Berikut isi surat itu, yang diunggah oleh Ahmad pada media sosial dan telah menjadi perbincangan dikalangan netizen. ‎

Surat Terbuka Untuk Walikota Parepare

Salam Hormat Pak, semoga Bapak dalam nafas bahgia, walau saya pahami, saat ini Bapak dalam Galau tingkat tinggi. Tetapi ijinkan saya berdoa semoga Bapak tetap sehat sehingga dapat menyimak dan melihat 10 dan 20 tahun ke depan, bagaimana zaman bergerak dengan manusiawi.

Saya tidak ingin meminta maaf Pak, karena menulis surat terbuka ini, atau bahkan kritik beberapa bulan terakhir. Tetapi ijinkan saya tetap dan sedang mengkritik Bapak sebagai kewajiban seorang yang bernalar dan memperhatikan Walikotanya.

Saya tidak ingin menyebut kronologis atau mendramatisir kisah La Pele dini hari itu. Dan saya juga tidak akan menunjuk bahwa Bapaklah yang bertanggungjawab atas kematian LaPele. Bukankah setiap mahluk akan mengalaminya, termasuk saya atau Bapak. Yang bisa kita lakukan adalah tidak mengalami hal sama, pulang dari puskesmas sebagai jenazah dibonceng empat pake matic, siapa yang peduli matic itu sudah lunas atau belum. Tapi Pak,

Aduh Bapak, kenapa … ? Apakah ini mengenai ego, lalu ego siapa yang akan kita menangkan? Ego masyarakatmu atau ego Walikotamu? Sungguh, saya bertanya tidak untuk dijawab secara teoritis, tetapi datanglah ke rumah almarhum lapele, lihatlah betapa rumahnya jauh disebut istana mewah. Mengapa, kaki itu begitu berat melangkah, padahal engkau menjanjikan banyak hal pada almarhum. Tidakkah ini jalan Tuhan yang begitu dramatis, mengajak walikotanya melihat langsung detak hidup warganya meski harus melepas nafas. Sungguh, tak ada bijak yang tersisa, jika hanya bersembunyi di balik pintu. Sembunyi dibalik jubah walikota, kita bukan siapa-siapa Pak. Semuanya adalah amanah. Tidak lebih !

Dan, mengapa kau seakan memaksa semuanya berteriak, mendorong semuanya berontak.

Peduli seperti apa yang kau ingin bagi ke Kami, ketika menyimakpun kau tak sanggup.

Cinta sejati apa yang telah kau pelajari dari Eyang ketika maaf tak brani kau ucapkan.

Pak, ini bukan lagi soal jenazah La Pele, yang diangkut motor itu, bukan …

Pak, ini juga bukan soal pernyataan tentang pers yang kliru itu, bukan …

Pak, ini juga bukan soal Politik seperti yang Bapak takutkan, bukan …

Pak, ini soal nurani, soal kemanusiaan, soal masyarakat Bapak, soal kebijakan Bapak yang tidak menyentuh keluarga La Pele.

Pak, Bapak adalah walikota kita semua. Yang suka atau tidak suka dengan Bapak, Bapak tetaplah walikota mereka. Pengayom mereka. Mengapa Bapak tidak mendatangi keluarga La Pele, Menyimak, kalau perlu merangkulnya. Rangkulan Pemimpin kepada Warganya. Hal yang tidak asing Bapak Lakukan di saat lalu.

Pak, saya Aparat Bapak. Saya warga Bapak. Dan, terpenjara oleh seragam dan Jabatan itu tidak baik Pak. Serius, tidak Baik.

Hormatku, Ahmad Kohawan. (uc2)

Komentar Pembaca