Minta Maaf Terkait Reshuffle, Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulsel Apresiasi Pimpinan Pusat

0
139

Inspiratifnews.com-Palangkaraya Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah (PM) melalui Ketua Bidang Organisasi Rasman Kadin menyampaiakan permohonan maaf di hadapan seluruh peserta Tanwir II PM atas kesalahan dalam menjalankan mekanisme reshuffle yang telah dilakukan oleh PP PM beberapa waktu yang lalu.

Hal ini dilakukan setelah Sejumlah Pimpinan Wilayah PM mempersoalkan kebijakan reshuffle pengurus yang telah dilakukan oleh PP PM terhadap beberapa pengurus, PP PM dianggap telah melanggar AD/ART Pasal 16 Ayat 3 terkait proses pelaksanaan reshuffle pimpinan.

Dalam aturan tersebut dinyatakan bahwa Reshuffle pengurus dilakukan pada rapat Pleno pimpinan, sementara PP PM yang dipimpin Dahnil Anzar Simanjuntak ini melakukan reshuffle hanya melalui rapat rutin yang hanya di hadir oleh 11 orang dari 38 orang pengurus PP PM.

“Kami dari PP Pemuda Muhammadiyah memohon maaf kepada teman-teman Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammdiyah Jikalau kami berbuat kekeliruan dan kesalahan dalam mekanisme prosedural reshuffle pimpinan pusat pemuda Muhammadiyah dan untuk menerima atau menolak atas kebijakan kami dan program kami nanti ada forumnya di muktamar muhammadiyah yang akan datang” ujar Rasman dalam Sidang Tanwir II yang berlansung di Palangkaraya Kalimantan Tengah, Selasa (28/11/2017).

Hal tersebut mendapat apresiasi dari Ketua PM Sulsel Mahyuddin Abdullah, Ia mengatakan bahwa keterbukaan dan pengakuan kesalahan oleh PP PM karena telah melanggar AD/ART Organisasi patut di apresiasi.

“kami dari Sulsel mengapresiasi permohonan maaf atas kesalahan dalam melakukan reshuffle pengurus dari PP PM dihadapan sidang Tanwir yang terhormat ini” beber Mahyu

Ia menambahkan bahwa organisasi Pemuda Muhammadiyah merupakan organisasi modern dan memiliki umur lebih tua dari bangsa indonesia, sehingga harus dijalankan dengan profesional yang berdasarkan aturan-aturan yang ada.

“sebagai organisasi yang memilki usia melebihi negara Indonesia ini, Pemuda Muhammadiyah tidak boleh lagi di jalankan sesuai keinginan orang per-orang saja, melainkan harus sesuai dengan aturan yang berlaku” pungkasnya. (uc2)

BAGIKAN

Komentar Pembaca