Miris! 62,7 Persen Anak Usia Remaja Sudah Tidak “GADIS LAGI”

0
575

Inspiratifnews.com – Makassar, Dompet Dhuafa Sulsel dan LKC Dompet Dhuafa Sulsel menggelar Seminar kesehatan reproduksi di Hotel ibis Styles Makassar Sam Ratulangi (14/2/2017). Dalam kegiatan ini diadakan “Discussion Based Learning dan Diskusi Panel Kesehatan” yang diikuti anak SMA yaitu SMA Negeri 3 Makassar, SMA negeri 16 Makassar, SMK Nasional Makassar, dan beberapa mahasiswa. Adapun Tema kegiatan ini adalah Peduli Perempuan Untuk Indonesia Sehat, ayo cegah kanker serviks”.

Kanker Serviks (Cervical Cancer) atau kanker mulut Rahim sudah menjadi hal yang tidak asing. Kanker serviks adalah penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher rahim. Yaitu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk kearah rahim. Letaknya antara rahim (uterus) dengan liang senggama wanita (vagina). Kanker ini 99,7% disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Berawal terjadi pada leher rahim, apabila telah memasuki tahap lanjut, kanker ini bias menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh penderita.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, saat ini penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks. Perempuan yang rawan mengidap kanker serviks adalah mereka yang berusia antara 35-50 tahun, terutama Anda yang telah aktif secara seksual sebelum usia 16 tahun. Hubungan seksual pada usia terlalu dini bias meningkatkan risiko terserang kanker leher rahim sebesar 2 kali dibandingkan perempuan yang melakukan hubungan seksual setelah usia 20 tahun.

Hubungan seks yang dilakukan di luar pernikahan disebut seks bebas (free sex). Hawa nafsu merupakan hal yang sangat menentukan terjadinya seks bebas. Seks bebas merupakan pengaruh budaya yang datang dari barat dan kemudian diadopsi oleh masyarakat Indonesia tanpa memfilternya terlebih dahulu. Salah satunya adalah Valentine day. Gejala makin rusaknya moral di kalangan muda dan remaja sudah sangat memprihatinkan. Bagaimana pula bila apa yang mereka sebut hari kasih sayang yang sudah berubah jadi seakan hari seks bebas itu dibiarkan.

Survei Komnas Anak Di 12 Provinsi (4500 remaja sebagai responden)
1.    93,7% pernah berciuman hingga petting (bercumbu).
2.    62,7% remaja SMP sudah tidak perawan.
3.    21,2% remaja SMA pernah aborsi.

Oleh karena itu dapat kita fahami, tahun ini mulai ada larangan acara valentines day. Apa pun alasannya budaya Valentine yang dibawa dari Barat tersebut memiliki kecenderungan yang negatif. Selain budaya tersebut bukan dari anjuran Islam, Valentine menggerogoti moral generasi muda kini. Sangat disayangkan bila pemuda Muslim tidak berani tegas menyuarakan anti-Valentine. Padahal, masa depan sebuah negara itu dilihat dari para pemudanya, penolakan itu tetap relevan sampai kapan pun, bahkan ketika generasi muda sudah tidak peduli lagi dengan moral yang mereka miliki.

Atas dasar beberapa permasalahan yang telah disampaikan di atas, maka atas rasa kepedulian yang besar terhadap umat saat ini, maka kami Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, akan mengadakan seminar kesehatan berbentuk Discussion Based Learning dan Diskusi Panel Kesehatan Reproduksi sebagai suatu alternatif pembentukan kesadaran dan pemahaman untuk pencegahan.

Adapun bentuk kegiatan yang akan dijalankan berupa discussion based learning, dimana tiap sekolah diwakili 30 orang yang akan dibagi dalam 3-5 kelompok, kemudian diberikan kasus untuk didiskusikan. Diskusi akan didampingi oleh para mahasiswa kedokteran, dan diakhir diskusi akan dilakukan presentasi kemudian dipilih 1 kelompok yang menjadi perwakilan masing-masing sekolah untuk presentasi di diskusi panel yang akan diadakan pada puncak kegiatanya itu tanggal 14 februari 2017. SMA yang terlibat yaitu SMA Negeri 3 Makassar, SMA negeri 16 Makassar, SMK Nasional Makassar. Dari diskusi tersebut sehingga para siswa lebih memahami dampak penyebab dari kanker servick yang salah satunya disebabkan oleh sex bebas di usia dini.

Setelah kegiatan discussion based learning, selanjutnya sesi seminar tentang Seminar kesehatan Reproduksi dengan Narasumber kegiatan ini adalah : Dokter Spesialis Kandungan Dr.dr.Nasruddin, SP.OG, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr. Muji, Sp.KK, SH, MH

Dari kegiatan ini diharapkan lahirnya generasi muda yang sadar dan mengerti akan bahaya penyakit Kanker Serviks dan mampu mensosialisasikan pencegahannya kepada masyarakat luas, membentuk tanggung jawab agar peduli terhadap sesama dan menyadarkan anak muda terutama perempuan akan pentingnya mencegah suatu penyakit sejak dini dengan pola pencegahan yang baik serta mampu mengantisipasi resiko-resiko hidup lainnya salah satunya disebabkan sex bebas terutama di kalangan anak muda terlebih di moment valentine day. (rls)

Komentar Pembaca