MISKIN MORAL

0
280

“Miskin Moral”

Oleh : A h m a d*

Kebanyakan kita takut hidupnya melarat sehingga melakukan segala cara untuk mendapatkan kekayaan yaitu, “takut miskin”. Menumpuk harta dengan menggunakan jabatan atau profesi yang melekat pada diri dengan segala fasilitasnya seakan kita akan hidup selama-lamanya, tak salah kalau memang demikian karena kita masih berpijak di bumi. Kaya harta adalah dambaan semua orang karena dengan itu kita bisa melakukan apa saja, bahkan bisa “memerintah” siapa saja.

Kaya harta tapi miskin moral ini bisa berbahaya buat diri ataupun orang lain. Kebanyakan orang berfikir dengan harta yg dimilikinya akan bisa mengendalikan segala sesuatu termaksuk memperturut hawa nafsu. Suap sini, suap sana bisa dilakukan, ngatur sini dan ngatur sana gampang. Denagn uang yang dimiliki sumua hal dapat dikendalikan dengan sesuka hati dan semau isi kepala.

Parahnya kalau kita “Miskin Moral” maka kekayaan yang kita miliki akan berbuah pahit di dunia maupun di ahirat kelak. Miskin moral akan merusak tatanan kehidupan karena harta yg kita miliki tidak akan kita gunakan untuk hal yg bersifat sosial keagamaan. Mental seperti ini akan berbahaya bila dimiliki para pemimpin negeri ini. Rusaknya tatanan sosial karena rusaknya moral atau mental seseorang.

Rasulullah SAW. menanmkan Tauhid sebagai pondasi dasar untuk membamgun Akhlak (moral) manusia agar tidak terjerumus dalam lumpur kemaksiatan. Manusia senantiasa dibangun jiwa sosialnya agar tidak melakukan dehumanisasi. Oleh karena itu Rasulullah berpesan kepada kita semmua “tidaklah beriman diantara kalian sebelum mencintai saudaranya sebagaimana mencintai diri sindiri” kata “iman” (tauhid) menjadi jaminan untuk membangun jiwa soaial atau persaudaran.

Di zaman “primitif abad nuklir” ini hampir semua arah kehidupan manusia tereduksi oleh kuatnya arus materialisme. Sehingga mempola kehidupan manusia menjadi individualistik, yang merusak pesaudaran dan jiwa sosial. Kalau semua ini terjadi maka, kita akan kehilangan yang namanya “empati dan simpati” yang berujung pada matinya iman dalam diri. Wajarlah kiranya pondasi pertama yang harus terbangun adalah kekuatan Tauhid…!!

Bangsa ini dibangun atas dasar keTuhanan yang Maha Esa. Kemanusiaan yang adil dan beradab. Itulah dua point yang tertuang dalam dasar bernegara kita (pancasila). Pemimpin ataupun rakyatnya harus dibangun jiwanya baru badannya, harus kuat imannya dan kuat moralnya. Keadalilan hanya bisa akan tercapai kalau kita semua memiliki “moral” untuk membangun bangsa dan memupuk persaudaran antara sesama.

Indonesia kayak akan Sumber Daya Alam, kaya akan Budaya dengan kemajemukan yang dimilikinya tapi semua itu akan luntur kalau manusianya “miskin moral”.

Ingat, bahwa kekayaan yang kita miliki akan menjadi “bom waktu” kalau pemimpin dan rakyatnya kehilangan keyakinan dan moralitas dalam membangun bangsanya. Dan bukan mustail, kita akan kembali dijajah secara fisik kalau kita alpa dan kehilangan adat “ketimuran” kita dalam membangun tanah air kita Indonesia.

*Ketua Umum DPD IMM Sulsel

Komentar Pembaca