MNLF Siap Bebaskan 14 WNI

0
86

Inspiratifnews.com – Manila, Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) yang sudah berdamai dengan pemerintah Filipina bersedia terlibat pembebasan sandera Abu Sayyaf. Pejuang Moro mengenal beberapa pentolan militan di selatan Filipina, sehingga komunikasi nonformal diandaikan lebih mudah.

Kesediaan MNLF itu disampaikan Ketua Kelompok Advokasi Moro Samsula J. Adju. Dia mengatakan pihaknya fokus melobi Abu Sayyaf supaya sandera asal Indonesia dibebaskan tanpa harus membayar tebusan ataupun dilukai.

“Kami siap terlibat dalam keseluruhan proses pembebasan sandera,” ujarnya seperti dilansir Inquirer, Minggu (24/4).

Adju mengaku rekan-rekan di MNLF berutang budi pada pemerintah Indonesia yang pada 1996 menjadi fasilitator proses perundingan damai antara kelompok separatis itu dengan utusan Manila. Berkat perundingan tersebut, MNLF kini mengelola kawasan otonomi khusus di sisi selatan Filipina yang penduduknya mayoritas Islam.

Pemimpin MNLF, Nur Misuari, juga dikenal dekat dengan petinggi Abu Sayyaf. Salah satu komandan Abu Sayyaf yang diduga mengotaki penculikan ABK asal Indonesia adalah Alhabsi Misaya. Dua dekade lalu, Misaya pernah menjadi komandan pasukan tempur MNLF.

Ada informasi yang belum terkonfirmasi, bahwa pejabat intelijen dan militer Indonesia secara khusus sudah menemui Nur Misuari pertengahan April 2016. Pembicaraan mereka terkait pembebasan 14 WNI yang ditahan berpindah-pindah lokasi di sekitar Kepulauan Sulu oleh militan.

Untuk 10 WNI yang mereka tawan sejak akhir Maret lalu, Abu Sayyaf mematok tebusan Rp 15 miliar. Berselang sepekan, Abu Sayyaf ganti menyandera empat pelaut asal Malaysia. Lalu pekan lalu, militan kembali menculik empat pelaut asal Indonesia.

Selain 14 WNI dan empat pelaut Malaysia, Abu Sayyaf sampai sekarang masih menahan warga China, Kanada, Norwegia, Belanda, serta Jepang. Untuk membebaskan para sandera sekali pukul, militer Filipina menambah satu batalion pasukan gerak cepat yang rencananya dikerahkan pekan depan.(*)

Komentar Pembaca