MTF AutoFiesta Targetkan 200 Aplikasi

0
144

Inspiratifnews.com – Makassar, Mandiri Tunas Finance ( MTF) mengadakan Pameran Automotif MTF AutoFiesta di Lantai dasar Mall Trans Studio Makassar jalan tanjung bunga yang launching hari ini, Rabu (5/4/17) malam.

Melanjutkan kesuksesan sebelumnya (MTF) AutoFiesta di Lampung, Medan dan Palembang. Kini kembali digelar AutoFiesta yang pertama kalinya di Kota Makassar sulsel.

Setelah sukses menjadi satu – satunya pembiayaan terbesar di Indonesia mengikuti event POMA dan GIIAS Makassar tahun 2016 lalu, MTF kini berani melakukan event otomotif diawal tahun 2017 dengan melihat perkembangan ekonomi Sulsel yang tumbuh 7,2% diatas ekonomi nasional.

Menurut Mardi Fahmi, selaku Region Manager MTF Sulampapua bahwa untuk di Sulawesi 30% perolehan target bersumber dari kota makassar.

Tahun 2017 ini jumlah penjualan 29.5 M per-bulan naik menjadi 40 M kurang lebih naik 30% untuk kota makassar, 34,7 M di tiga bulan pertama untuk pencapaian omzet.

Adapun 10 cabang di sulawesi yakni,
Makassar 1, Makassar 2, Parepare, Kendari, gorontalo, palu, mamuju, luwubanggai, kotamobagu, dan manado.

Bulan mei 2017 MTF akan menambah cabang lagi di 3 daerah timur Indonesia yakni Jayapura, Sorong dan Ambon dan 6 satelit di Makassar Bone, bulukumba, pare pare, Gorontalo, Kendari, kolaka, serta Bau bau.

Dalam waktu dekat MTF akan merambah Produk syariah di Sulawesi yang berfokus pada nasabah Bank Syariah Mandiri, setelah sukses bermitra dengan Bank Syariah Mandiri di Jakarta dan sekitarnya.

“Adapun target aplikasi pada MTF Autofinance sebesar 200 aplikasi, berbagai promo menarik telah disiapkan MTF, namun benefit yang diperoleh bagi konsumen yang melakukan transaksi di MTF AuotFiesta, promo dealer mobil dapat dibandling dengan promo MTF sehingga keuntungan yang diperoleh konsumen sangat besar”, fahmi.

MTF punya solusi bagi konsumen yang mengalami penurunan kemampuan bayar, konsumen diharapkan mengikuti program “Resheduling” masa pembayaran dan biaya angsuran, tetapi biasanya mereka yang mengalami penurunan kemampuan bayar dialami oleh Corporate seperti nasabah kami di Kendari, Fahmi menjelaskan. (*)

Komentar Pembaca