Mubeslub IKA UNM digelar 17 Desember

0
165

Inspiratifnews.com – Makassar, Setelah Musyawarah Besar Ikatan Alumni Universitas Negeri Makassar (Mubes IKA UNM) pada bulan mei 2016 lalu mengalami deadlock. belasan alumni UNM membentuk Tim Penyelamat yang diberi nama Tim 17.

Mencermati polemik organisasi alumni perguruan tinggi tersebut, Tim 17 akan menggelar Musyawarah  Besar Luar Biasa (Mubeslub) pada tanggal 17 dan 18 Desember mendatang di Gedung Menara Phinisi.

Pada Munaslub nanti, Tim 17 mengestimasi peserta yang hadir akan lebih meriah dari Mubes sebelumnya, Ketua Organizing Committee (OC), Chaeruddin Hakim menjelaskan dipastikan 10 komisariat di UNM, seluruh cabang di Sulsel maupun dari Kalimantan juga Jakarta akan menghadiri Mubeslub ini, papar Chaeruddin Hakim, usai dikonfirmasi di Cafe Pelangi, rabu 14 Desember.

Menurut Chaeruddin, masa bakti IKA UNM telah berakhir 2014 sementara pergantian ketua umum baru akan digelar pada tahun 2016, hal inilah yang mendasari Tim 17 berpendapat kepengurusan IKA UNM saat ini cacat organisasi.

“Tim 17 juga menduga kepengurusan telah melanggar Pasal 17 ayat 1 menyangkut Kedaulatan IKA ada ditangan alumni, Pasal 12 ayat 1 menyangkut alumni berhak memilih dan dipilih, dan Pasal 13 mengenai alumni berhak menjaga kehormatan almamater”, papar Chaeruddin Hakim.

Olehnya itu, OC Mubeslub melibatkan tim penyelamat dan sejumlah alumni IKA UNM/IKIP dari berbagai fakultas, Mubeslub mengagendakan pembahasan AD/ART, Tatib, dan pemilihan Ketua IKA.

Dijelaskan Suarlin, sekretaris OC bahwa Mubeslub digelar karena sejumlah alasan mendasar. Selain karena polemik yang memunculkan kisruh dalam Mubes IKA Mei 2016 lalu, usulan Mubeslub juga banyak disuarakan oleh IKA UNM di semua komisariat fakultas dan sejumlah cabang daerah.

OC membuka ruang bagi semua alumni UNM/IKIP Ujungpandang untuk terlibat dalam Mubeslub nanti. “Semua alumni punya hak sama. Memiliki hak suara dan bicara,” tegas Suarlin.

Harapannya, kata Chaeruddin Hakim, Mubeslub IKA UNM kali ini bertujuan mengembalikan marwah organisasi, maka dari itu tim 17 atau disebut tim Penyelamat IKA UNM tidak bekerja untuk calon – calon tertentu pada konteks politik sulsel, tutup seniman makassar ini. (*)

Komentar Pembaca