Muhammadiyah minta tewasnya Siyono diusut

0
50

Inspiratifnews.com-Jakarta,  tewasnya Siyono (39) warga Dusun Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Klaten yang diduga dilakukan Densus 88 harus menjadi perhatian serius pemerintah. Peristiwa kematian Siyono ini harus segera diusut.

Menurut saksi di TKP korban telah dijemput paksa oleh Densus 88 dalam kondisi sehat wal afiat, Selasa (8/3/2016) tanpa sakit tanpa luka.

Korban dijemput setelah Shalat Maghrib di Mesjid dekat rumah dan saat ini korban telah dinyatakan tewas oleh kepolisian.

Alasan korban tewas, menurut Karo Penmas Polri Brigjen Agus Rianto, adalah karena kelelahan setelah berkelahi dengan Densus 88 di dalam mobil.

“Tentu saya tidak mudah percaya dengan perubahan karakter Densus 88 yang tiba-tiba menjadi tidak ganas. Selama ini, semua orang juga tahu akan keganasan Densus 88 saat bekerja. Tidak ada ceritanya, ada terduga yang dapat lolos dari kawalan Densus,” ujar Musthofa dalam siaran pers kepada inspiratifnews.com, minggu (13/3).

Musthofa meragukan alasan Polri jika terduga meninggal usai berkelahi dengan Densus 88. Sebab, selama ini Densus 88 dikenal dengan ciri khas tegas hingga para terduga teroris tidak bisa melakukan apapun.

“Setetelah ditangkap dengan cara kasar, biasanya terduga langsung diborgol, dilakban mukanya. Bahkan, kaki dan tangan terduga, 100% tidak mungkin dapat bergerak bebas, karena memborgol kaki dan tangan adalah standard baku mereka,” tukasnya.

Jadi kalau sampai ada terduga lepas dari kawalan, kata Musthofa, apalagi berani melawan Densus seperti Siyono, ini sebuah fenomena baru.

“Boro-boro berkelahi. Terduga menggerakkan tangan saja, kemungkinan sudah ditembak mati karena dianggap melawan,” ujarnya.

“Maka dari itu, kebiasaan Densus, adalah bermain keras dan ganas—jika tidak mau saya sebut kejam. Densus sering memberlakukan diskresi. Korban dari pengadilan di luar Gedung Pengadilan juga sudah banyak,” tambahnya.

Oleh karena itu, kematian Siyono, jelas menyisakan banyak pertanyaan. Oleh karena itu, patut dilakukan pengusutan serius terhadap operasi Densus ini.

“Jika perlu, dilakukan audit total terhadap satuan khusus anti terorisme ini,” terangnya.(ish)

 

Klik dan Like : facebook.com/inspiratifnews

 

Komentar Pembaca