Munaslub Golkar Diusulkan Gunakan Konsep Muhammadiyah

0
49

Inspiratifnews.com-Jakarta Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar diusulkan menggunakan cara-cara seperti Muhammadiyah. Salah satu tujuannya adalah agar tidak terjadi money politic.

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie Massardi mengatakan,money politic memang tidak dibenarkan. Namun, dengan sistemone man one vote (satu orang satu suara), memungkinkan praktik tersebut terjadi.

“Yang masih bagus itu Muhammadiyah. Karena hanya memilih formatur. Bagaimana menghindari money politic, ya dengan hanya memilih formatur,” kata Adhie dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu, 21 Februari 2016.

Ide itu diamini oleh mantan Ketua DPP Golkar hasil Munas Riau, Hajriyanto Y Thohari. Sistem formatur di Muhammadiyah, menurut dia, efektif untuk menekan money politictidak terjadi.

Hajriyanto, yang juga ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menyambut baik. Sama halnya dengan konsep presidium.

“Kenapa misalnya tidak dibuat presidium. Sistem memilih langsung, tapi memilih misalnya 5, 7, 9, 13. Itu sangat mengurangi tensi dan mengurangi nafsu untuk money politicdan akan men-share secara lebih adil saat terpilih nanti,” kata Hajriyanto di tempat yang sama.

Hajriyanto mengakui sistem one man one vote memang rawan. Apalagi, tanggung jawab seorang ketua umum di Golkar sangat besar dan luas. Kalau dengan sistem kolektif kolegial seperti di Muhammadiyah, menurut dia, bisa mengurangi beban ketua umum.

“Bisa di-share beban-beban finansial,” katanya.

Posisi ketua umum dengan sistemone man one vote, kata Hajriyanto, membuat ketua umum memiliki keistimewaan yang sangat besar. Dalam urusan-urusan perebutan jabatan publik seperti pilpres, maka ketua umum mau tidak mau akan menjadi calon.

“Nyatanya belum tentu laku,” ujar Hajriyanto.

Selain itu, orang-orang yang ada di kubu para calon sebagai tim sukses, dalam sistem one man one vote akan tersingkir kalau calonnya kalah. Beda dengan sistem kolektif kolegial.

“Persoalannya bisa hidup dan mati, kalau kalah habis. Kalau kalah ditendang dari ketua Fraksi, Dewan, dan Banggar, ini mengakibatkanstruggle hidup dan mati, itu tidak sehat,” katanya.

Sumber: viva.co.id

Komentar Pembaca