Musycab Momentum Refleksi

0
56

Musycab Momentum Refleksi
(Refleksi Jelang Musycab IMM Kota Makassar)

Oleh : Ilmiawan*

IMM kota makassar tak lama lagi menggelar Musyawarah Cabang. Momentum ini sangat dinantikan oleh ratusan kader IMM kota Makassar. Euforia menjelang Musycab pun begitu kompetitif. Pertarungan argumentasi pun bermunculan dari berbagai pihak yang terlibat dalam momentum Musycab. hal ini termasuk sesuatu yang lumrah dalam sebuah momentum musyawarah, karena ini menandakan sebuah organisasi yang dinamis, namun harus tetap dibingkai dalam bentuk kompetisi yang sehat .

Melihat dari euforia Musycab yang begitu kompetitif, maka perlu sebuah gagasan yang real, cara pandang yang holistic, dan pegangan yang nyata untuk menentukan siapa pemimpin selanjutnya. IMM Kota Makassar bukan lagi taraf organisasi yang hanya mengurusi persoalan internal dalam sebuah kepemimpinan, namun IMM kota Makassar sudah berada dalam taraf berdiaspora dalam menjawab tantangan zaman.

Pimpinan IMM kedepan haruslah pimpinan yang memiliki kualitas yang dijabarkan dalam tiga indikator utama yaitu: berkapasitas, berkapabilitas, dan berintegritas. Kapasitas diterjemahkan dalam bentuk kemampuan yang dimiliki seorang pemimpin baik itu kemampuan intelektual, kemampuan spiritual, dan kemapuan humanitas.

Kapabilitas diterjemahkan tentang bagaimana pimpinan IMM kedepan mampu mengolah kapasitas yang ia miliki, yang ditransformasikan dalam bentuk kepemimpinan. Kemampuan intelektual harus melahirkan pemikiran yang segar dalam menerjemahkan zaman. Kemampuan spiritual harus melahirkan pribadi yang profeti, Kemapuan humanitas harus melahirkan diaspora gerakan yang lebih massif. Kapabilitas juga berbicara di ranah bagaimana seorang pimpinan IMM kedepan harus memiliki komitmen terhadap ikatan, konsisten melakukan perjuangan, kreativitas menerjemahkan zaman, serta menerjemahkan pengalaman dalam bentuk kepemimpinan yang profetik

Kemudian indikator terakhir adalah berbicara di wilayah integritas sebagai seorang pemimpin. IMM kota Makassar haruslah dinahkodai orang-orang yang memilki integritas yang tinggi, yang ketika berbicara di ranah transenden tidak dipertanyakan lagi kepribadiannya. Integritas juga memasuki diwilayah bagaimana ia memiliki integritas terhadap ikatan dan persyarikatan Muhammadiyah. Dalam falsafah bugis, integritas seorang pemimpin haruslah memiliki prinsip “Taro ada taro gau” apa yang diucapkan itu menjadi pendirian.

Ketiga hal diatas haruslah menjadi barometer dalam memilih pimpinan IMM kota Makassar. Kapasitas + kapabilitas + integritas = IMM Kota Makassar berkualitas, inilah kepemimpinan ideal IMM. Dan semoga momentum Musycab ini tak sekadar euforia mengedepankan nafsu, tapi ini dijadikan ajang refleksi tentang “tahu diri dan sadar diri”.

Tahu akan potensi dan sadar akan posisi.
“percaya diri” dan “nekat” itu perlu, asalkan dibingkai dalam bentuk kesadaran. Banyak orang yang mengatakan diri “Siap” namun ternyata kata siap itu hanyalah kata “siap yang naif”. Kata siap yang tidak berangkat dari perenungan yang mendalam namun hanya berangkat dari asas kepentingan belaka. Semoga momentum Musycab ini melahirkan pimpinan IMM yang ideal yang berangkat dari perenungan yang mendalam.

*Ketua Umum PIKOM IMM FKIP Unismuh Makassar

Komentar Pembaca