[Opini] Menyingsingkan Selimut Matahari            

0
116

MENYINGSINGKAN SELIMUT MATAHARI    

(Tulisan ini kami hadirkan untuk menyambut MILAD 107 Muhammadiyah)  

         Oleh : Ruslan Syeh Abdullah*        

loading...

 

Muhammadiyah sebagai haroqa Islam yang lahir 107 tahun yang lalu di Kauman Jogjakarta telah memberikan warna bagi perjuangan sejarah kebangsaan Indonesia, baik itu dengan lahirnya patriot pembela kedaulatan Negara dengan melahirkan pahlawan-pahlawan nasional yang tangguh yang jumlahnya cukup banyak. Diantaranya pahlawan Nasional KH. Ahmad Dahlan tokoh sang Pencerah demikian juga Pahlawan kemerdekaan seperti Jenderal Sudirman yang dikenal sebagai Pendiri TNI, demikian juga banyak diantaranya pahlawan pembangunan. Dan Muhammadiyah sepertinya tidak akan kering dari kadernya yang memberi peran penting bagi ketahanan RI disemua sektor dan bidang. Maka tepatlah sekiranya Bapak Presiden Repoblik Indonesia ke 2 H.M. Soeharto pernah berkata dalam sambutan pembukaan Muktamar Muhammadiyah “Siapa yang tidak kenal Muhammadiya”

Melihat dari usia Muhammadiyah, maka dapat dipastikan sesungguhnya muhammadiyah lebih dewasa dari Negara ini, Muhammadiyah sudah ada sebelum Negara ini ada sebagai negara yang berdaulat. Maka dari sisi kesejarahan Muhammadiyah bersama dengan seluruh kekuatan komponen dari bangsa ini secara bersama-sama berjuang untuk melahirkan negara ini.

Artinya sungguh Negara ini tidak tahu diri kalau mengabaikan peran Muhammadiyah dan  enggan bekerja sama dalam menata kehidupan berbangsa dan bernegara. Mengapa ini penting kami sampaikan dalam tulisan ini, karena ada beberapa peristiwa yang melatar belakangi :

1. Pemerintah acapkali hadir dengan tindakan tegas tanpa dialog terlebih dahulu dan hal ini tentu merugikan ormas islam (termasuk Muhammadiyah) seperti pemblokiran situs Islam seperti PANJI MASYARAKAT (media yang dirintis oleh tokoh Muhammadiyah BUYA HAMKA) dan lain-lain.

2. Masih terjadi dikatomi pelayanan antara lembaga yang dikelolah oleh negara dangan lembaga suasta utamanya dalam sektor pendidikan. Sekolah-sekolah Muhammadiyah yang ribuan jumlahnya tersebar di seluruh Indonesia. Yang nota bene yang belajar dan yang mengajar serta yang mengelolah adalah puta putri banggsa ini.

Maka penting bagi kita membuka ruang-ruang dialog untuk membahas masalah kita bersama, karena dialog itu mencerdaskan, baik itu Pemerintah dengan persyarikatan Muhammadiyah, demikian juga Pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah dengan Ortom, ortom Muhammadiyah atau pimpinan Muhammadiya dengan kader-kader Muhammadiyah. Hanya dengan seperti itulah kita bisa menyikap selimut yang selama ini mengungkung cahaya Muhammadiyah hingga tidak terang, terkhusus di Kab. Barru.

Sehingga Arti Milad 107 Muhammadiyah Sulawesi Selatan yang diselenggarakan di Barru kali ini sangat penting artinya bagi Persyarikatan Muhammadiyah di Barru. Apa lagi Muhammadiyah adalah ormas tertua yang ada di Barru namun keberadaanya sudah terasa namun kemajuannya tentu tidak sebanding dengan usianya bila kita mau membandingkan denga haroqa Islam lainnya yang masih baru namun memberi kemajuan melampaui Muhammadiyah.

Wallahu ‘alam bissawab.
*Aktifis Muhammadiyah Barru

Komentar Pembaca