Peluncuran Kampanye ‘Solidarity Media Untuk Media 2.0’

0
55

Inspiratifnews.com – Kuala Lumpur – Gerakan Media Marah (Geramm) bersama-sama Institute of Journalists (IoJ) akan melancarkan kampanye “Solidariti Media Untuk Media” pada pukul 21:00 besok, Rabu (30/3/2016), menyusul perkembangan suram yang melanda atmosfer media di Malaysia.

Geramm merupakan aliansi independen bagi wartawan, awak pers, dan aktivis media yang memperjuangkan kebebasan pers dan pengamalannya di Malaysia.

Mengutip rilis yang disebarkan, Selasa (29/3/2016), Geramm menyatakan, kampanye ini mempunyai dua tujuan utama. Pertama, untuk menyampaikan pesan kepada publik bahwa pers bebas tidak akan terwujud di Malaysia tanpa dukungan massa.

Kedua, untuk menggelorakan upaya awak media Malaysia bersatu mempertahankan kinerja kewartawanan yang kini sedang dibelenggu oleh pemerintah yang berkuasa.

Kampanye ini akan berlangsung selama dua hari di media sosial. Kalangan media bersama rekan-rekan dan para pendukung akan menyebarkan cuitan-cuitan terkait di Twitter Geramm @MediaGeramm dan Facebook IoJ dihttps://www.facebook.com/InstituteOfJournalistsMalaysia, dan facebook inspiratifnews.com.

Wahana ‘Interactive Timeline’ akan digabungkan melalui sebuah tautan, merangkum sejarah ringkas insiden-insiden¬†tekanan atas media di Malaysia yang bermula dari 1961 hingga kini.

Publik diminta menyebarkan kembali tautan berkenaan dengan pesan bahwa “media bebas bukan sesuatu yang percuma” dan “kebebasan media ada harganya”.

Selain itu Geramm, IoJ, dan Foreign Correspondents Club of Malaysia (FCCM) akan bersama-sama melancarkan sebuah laman Repositori Kerja Media pada 1 April nanti.

Laman tersebut akan disediakan oleh FCCM di alamat web merekahttp://fccm.my/. Di sana nanti tercantum daftar lowongan pekerjaan di bidang media, sebagai portal untuk membantu awak media yang diberhentikan dari pekerjaan untuk mencari mata pencarian baru.

Ini kali kedua Geramm melancarkan kampanye “Solidariti Media Untuk Media”, sejak pertama pada Maret tahun 2015 lalu demi memperjuangkan nasib wartawan Bernama TV dan RTM yang gajinya tidak dibayar.

Kampanye kali ini meluap setelah penutupan dua portal berita baru-baru ini, yaitu The Malaysian Insider (TMI) dan The Rakyat Post, yang menyusul tumbangnya beberapa organisasi media lain baik karena mengalami restrukturisasi maupun tekanan keuangan. Bahkan pihak TMI juga telah dirantai belenggu yang dijeratkan oleh pihak berwenang Malaysia.

Karena itu, kampanye ini diluncurkan dengan harapan untuk mengumumkan secara luas tentang rasa tidak senang wartawan dan organisasi media terhadap rancangan Kementerian Komunikasi dan Multimedia Malaysia untuk memastikan semua portal berita dan blog didaftarkan pada kerajaan, di bawah peraturan Akta Komunikasi dan Multimedia.

Rancangan kementerian untuk membuat perbaikan dengan tujuan tertentu dilihat seakan-akan percobaan pihak berwenang untuk melebarkan pengekangan atas nama undang-undang yang diterapkan untuk media cetak dan elektronik di Malaysia.

Geramm berharap dengan kampanye ini, pihak kementerian akan sadar bahwa langkah tersebut tidak disenangi dan berharap rancangan itu ditangguhkan. Pihak berwenang perlu bertemu dan duduk satu meja berbicara dengan pihak-pihak lain yang berkepentingan.

Maklumat utama kampanye ini untuk mengedepankan kepentingan menolak campur tangan pihak berkuasa dalam media dan pentingnya industri media menetapkan haluan, tujuan, dan peraturan kendiri.

Ini memerlukan peran wartawan dan pekerja media lainnya untuk bersama-sama dan berpegang teguh kepada solidaritas dalam menjalankan tugas masing-masing secara berwibawa dan profesional mengikut etika, demi kepentingan rakyat Malaysia.(*)

Komentar Pembaca