Pembangunan Infrastruktur Kalimantan Utara Menelan Anggaran APBD 178 millar

0
277

Inspiratifnews.com – Tanjung Selor – Menjawab kebutuhan tenaga kerja konstruksi yang semakin meningkat di Kalimantan Utara, Kementerian PUPR Direktorat Jenderal Bina Konstruksi (DJBK) Kementerian PUPR menyerahterimakan pengelolaan 1 buah Mobile Training Unit (MTU) atau unit pelatihan keliling kepada Gubernur Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara), Irianto Lambrie, Senin (22/8) di Tanjung Selor, Kaltara.

Turut hadir dalam serah terima tersebut, Wakil Gubernur Kalimantan dan seluruh jajaran SKPD Provinsi Kalimantan Utara, serta pejabat eselon 2, 3 dan 4 DJBK. Seiring dengan prioritas pembangunan Kalimantan Utara terutama infrastruktur di daerah perbatasan, MTU akan dimanfaatkan pemerintah provinsi Kaltara untuk mengunjungi pelosok daerah.

MTU digunakan untuk mengenalkan dan mengajarkan pola kerja efektif dan efisien, guna memberikan hasil optimal pada pembangunan infrastruktur di Kalimantan Utara, khususnya di daerah perbatasan.

“Kaltara yang sedang gencar-gencarnya dilakukan pembangunan infrastruktur, khususnya di daerah perbatasan butuh pekerja konstruksi terampil dan bersertifikat yang memiliki pola kerja efektif, dengan MTU, pemerintah provinsi dapat memberdayakan masyarakat setempat”, ujar Direktur Jenderal Bina Konstruksi, Kementerian PUPR, Yusid Toyib melalui siaran persnya pada inspiratifnews.com.

MTU terdiri dari unit operasional kendaraan dan perlengkapan pelatihannya sebagai hardware, materi dan bahan ajar sebagai software, serta tenaga instruktur sebagai brainware. Tiga komponen ini tergabung dalam satu paket yang akan menjadi penggerak terselenggaranya pelatihan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengapresiasi upaya Kementerian PUPR dalam serah terima pengelolaan MTU ini, khususnya berkontribusi pada penyediaan tenaga kerja konstruksi pada proyek pembangunan infrastruktur daerah perbatasan yang menjadi prioritas.

“Presiden concern sekali dengan pembangunan perbatasan, kehadiran MTU ini memberi peluang bagi masyarakat pekerja kami untuk bisa bekerja lebih produktif”, ujar Irianto Lambrie.

Dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sendiri, Provinsi Kaltara 2016, telah mengalokasikan senilai Rp178 miliar untuk membangun infrastruktur jalan sehingga dapat membuka isolasi di wilayah perbatasan.

Saat ini pembangunan yang sedang berjalan, yaitu pembangunan jalan dan jembatan dari Malinau menuju ke Long Bawan, Ibu Kota kecamatan Krayan Induk, yang merupakan wilayah terdepan Kaltara dan berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia.

Harapannya pembangunan yang diselenggarakan juga mampu untuk
merepresentasikan nilai-nilai budaya Kalimantan Utara.

“Bangunan di Kaltara itu harus berkualitas, terjangkau, mudah, hemat energi, ramah lingkungan, Kualitas bangunan pun mencerminkan penggunanya.

Setelah dilakukan serahterima MTU, Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Utara, serta Dirjen Bina Konstruksi, menyaksikan penandatangan kerjasama operasional Balai Jasa Konstruksi wilayah Banjarmasin dengan PT.Kayan Lestari dan Direktur Kerjasama dan Pemberdayaan untuk memfasilitasi uji kompetensi dan sertifikasi SDM Konstruksi di wilayah Kaltara.

Sektor Konstruksi tahun 2015 lalu di Kalimantan Utara sendiri memberikan kontribusi Pendapatan Domestik Bruto sebesar 11,4 persen, di bawah Pertambangan dan Pertanian, dengan kontribusi 6 persen lapangan kerja di Provinsi Kaltara.(*)

Komentar Pembaca