Pembiayaan Bank Syariah di Sulsel Sebesar 4,34 Persen

0
8

Inspiratifnews.com – Makassar, Perkembangan Perbankan Syariah di Kawasan Timur Indonesia (KTI) KTI terhadap total perbankan masih relatif terbatas. Pada bulan Juni 2017, porsi aset perbankan syariah di KTI terhadap total perbankan KTI sebesar 4,61%, sedangkan DPK dan pembiayaan perbankan masing-masing sebanyak 4,02% dan 5,07%.

Adapun porsi perbankan syariah terhadap total perbankan di Sulawesi Selatan (Sulsel) sedikit lebih tinggi dengan kontribusi aset, DPK dan Pembiayaan masing-masing sebesar 5,14%, 4,60% dan 5,54%. Sulawesi Selatan menjadi pangsa pembiayaan terbesar di KTI, sedangkan pangsa aset dan pembiayaan terbesar adalah Kalimantan Timur.

Secara umum, Kata Bambang Kusmiarso, Direktur Eksekutif Bank Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan, bahwa fungsi intermediasi Perbankan Syariah di Sulsel pada Juni 2017 berjalan baik. Pertumbuhan pembiayaan dan DPK perbankan syariah Sulsel mulai meningkat, namun peningkatan pembiayaan terbatas oleh FDR yang relatif sudah tinggi yaitu 152,9%. Sementara itu, LDR bank umum tercatat sebesar 126,9%.

“Kondisi tersebut menggambarkan peran bank syariah di Sulsel sangat besar terhadap sektor riil, meskipun disisi lain mengindikasikan kebutuhan pendanaan yang berasal dari Sulsel masih sangat diperlukan”, tutur Bambang Kusmiarso, Selasa (8/8).

Pertumbuhan DPK perbankan syariah lebih tinggi dari pertumbuhan total perbankan. Pertumbuhan DPK perbankan syariah tercatat 8,01% (yoy), lebih tinggi daripada pertumbuhan total DPK bank umum (3,82%, yoy). Pertumbuhan DPK perbankan syraiah tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan tabungan yang tercatat sebesar 13,58%, yoy.

Sementara itu, pertumbuhan pembiayaan bank syariah di Sulsel pada Juni 2017 tercatat sebesar 4,34% (yoy), terutama didorong oleh pembiayaan konsumsi yang tumbuh sebesar 9,28% (yoy).

Pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah sebesar 4,34% (yoy) tersebut, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan total kredit bank umum yang tercatat 9,13% (yoy). Porsi pembiayaan perbankan syariah Sulsel masih didominasi oleh konsumsi (55,15%), diikuti investasi (18,26) dan modal kerja (26,59%).

Intermediasi perbankan syariah di Sulsel yang baik diikuti dengan pengelolaan risiko yang relatif baik. NPF perbankan syariah di Sulsel memiliki kualitas yang terjaga, meskipun sedikit meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Hal tercermin dari NPF perbankan di Sulsel yang tercatat sebesar 2,59%.

Sementara potensi zakat di Sulsel, kata Bambang Kusmiarso, sangat besar hal ini ditandai dengan Total penerimaan ZIS di SulSel tahun 2015 sebesar Rp80,3 miliar dengan komposisi Rp59,50 miliar berasal dari zakat fitrah diikuti Rp5,12 miliar dari zakat mal, dan Rp15,70 miliar dari infaq. ZIS yang didistribusikan tercatat sebesar Rp47,77 miliar dengan peruntukan terbesar bagi penduduk miskin sedangkan sisanya untuk sarana pendidikan, ibadah, modal kerja dan sarana umum. Nilai zakat untuk Sulsel diperkirakan masih lebih besar dibandingkan data yang tercatat di BAZ, pungkas Bambang. (*)

 

loading...
BAGIKAN

Komentar Pembaca