Pemenang Nobel Termuda : Pendidikan Suriah Butuh Rp19,1 triliun

0
41

Inspiratifnews.com-Internasional Pemenang Nobel Perdamaian termuda, Malala Yousafzai akan berusaha untuk menginspirasi para pemimpin dunia pada sebuah konferensi kemanusiaan di London. Dalam kesempatan itu, ia akan meminta dana sebesar $1,4 miliar (Rp19,1 triliun) untuk memberikan akses pendidikan untuk anak-anak pengungsi Suriah.

“Saya berharap untuk mendorong dan menginspirasi para pemimpin dunia untuk mengambil tindakan. Saya tidak akan menunggu. Kita tidak bisa menunggu. Ini perlu terjadi,” kata Malala dalam sebuah wawancara telpon dikutip dari Stuff. Menurut laporan yang dikeluarkan oleh Malala Fund, sekira 700.000 anak Suriah yang tinggal di kamp-kamp pengungsi di Yordania dan Lebanon dan di negara-negara Timur Tengah lain, tidak bisa masuk sekolah.

“Saya telah bertemu dengan begitu banyak anak-anak pengungsi Suriah, mereka masih dalam pikiran saya. Saya tidak bisa melupakan mereka. Pikiran bahwa mereka tidak bisa pergi ke sekolah selama hidupnya, dan mereka benar-benar mengejutkan dan saya tidak bisa menerimanya, “kata Malala.

“Kami masih dapat membantu mereka, kita masih bisa melindungi mereka. Mereka belum kalah. Mereka membutuhkan sekolah. Mereka membutuhkan buku. Mereka membutuhkan guru. Ini adalah cara kita untuk melindungi masa depan Suriah.” Pada tahun 2014, Malala menjadi pemenang Hadiah Nobel Perdamaian termuda.

Ia mulai menyuarakan perdamaian setelah seorang pria bersenjata Taliban menembak seorang aktivis di bus sekolahnya. Malala yang kini berusia 18 tahun banyak mencurahkan banyak waktu dan energi untuk memperjuangkan pendidikan untuk anak-anak pengungsi Suriah.

Dia akan muncul pada konferensi London bersama seorang siswi berusia 17 tahun, Muzoon Almellehan, yang akan menjadi satu-satunya pengungsi Suriah muda yang akan menginspirasi para pemimpin dunia pada acara tersebut. “Tanpa pendidikan kita tidak bisa melakukan apa-apa,” kata Muzoon.

Konferensi London tidak terbatas pada pendidikan, tetapi bertujuan untuk memperoleh janji dari negara-negara untuk memenuhi berbagai kebutuhan kemanusiaan Suriah. (ish)

Komentar Pembaca