Pementasan Teater Payung Hitam ‘Cak & Pohaci’ di Taiwan

0
99

Inspiratifnews.com – Taiwan, Pentas Teater payung hitam di taman mount River Street 129 Lane, kota Tainan, Taiwan, Sabtu (26/3/2016). Ada 9 seniman asal Makassar yang pentaskan ‘Cak & Pohaci’.

 

Kelompok Teater dari Bandung yang didirikan oleh Rachman Sabur, jadi sutradara dalam pementasan ini. Kehadiran mereka ke Taiwan untuk kedua kalinya, sebelumnya tampil pada September 2015 lalu, dalam acara world music festival.

 

Penonton yang hadir pada acara tahun lalu tersebut tertarik dengan penampilan mereka, dan akhirnya mengundang untuk pentas teater di kota Tainan.  Kegiatan ini diselenggarakan oleh Mizuiro workshop dan disponsori oleh Cultural Affairs Bureau Tainan City Goverment.

 

Asisten sutradara, Rusli Keleeng di dampingi Nugraha Nur Santo mengungkapkan, pementasan ini menampilkan seni nusantara yang merepresentasikan budaya Indonesia. Pementasan bertajuk  Cak dan Pohaci menampilkan perpaduan seni  yang berasal dari beberapa daerah, antara lain: Bali, Sunda, Makassar, dan Minang.

 

Judul yang diambil  Cak  menggambarkan tentang budaya Bali yang telah terkenal di dunia dengan tarian kecaknya. Pohaci mengisahkan tentang Dewi kesuburan yang berasal dari tanah sunda.

 

Tradisi Randai dari minangkabau dan tradisi Angngaru (gerakan menusukkan badik) ke badan dari Makassar juga ditampilkan pada bagian pementasan ini. Properti bambu yang mendominasi menjadikan pertunjukan ini semakin  elegan.

 

Iringan alat musik suling, angklung, dan gong mengiringi gerakan-gerakan mereka. Semburan api, suara teriakan bersahutan tarian kecak,  dan lantunan khas “teks suci” budaya sunda menambah semarak.

 

Tampil di malam hari di ruang terbuka dengan suhu mencapai 12¬0C dengan bertelanjang dada dan hanya berbalut kain hitam menutupi hingga di lutut tidak mengurangi perform dari awal hingga akhir pertunjukan. Penonton yang antusias menyaksikan penampilan mereka, menjadi spirit untuk tampil maksimal.(*)

 

Citizen Reporter: Muhammad Farid – Wakil Ketua PPI Taiwan

Komentar Pembaca