Pemimpin Agama di Makassar dan Korsel Diskusi Bulanan

0
152

Inspiratifnews.com – Makassar, Pada tanggal 26 Februari lalu, para pemimpin agama di Makassar membahas langkah-langkah perdamaian pada tanggal 13 Makassar Dunia Aliansi Kantor Perdamaian Agama ‘(WARP Office Meeting) di Alauddin Makassar National University.

Acara ini berfungsi sebagai interaksi untuk saling pengertian dan kerja sama sejak perwakilan di dua negara yang berbeda yang hadir online – Indonesia dan Korea Selatan. WARP mengangkat tema “kitab suci dapat dipercaya.” Ketika agama dan kitab suci agama yang disalahgunakan untuk konflik, agama harus mencegah dan menengahi konflik. Jika ada kitab dipercaya, itu akan menjadi standar untuk memecahkan masalah. Itu sebabnya judul adalah “kitab dipercaya.”

WARP biro Makassar mengadakan Rapat melanjutkan dengan diskusi di Makassar dengan lima pemimpin agama dari Islam, Budha, Hindu, Konghucu dan Katolik; Prof. Muhammad Galib Mattola (Kepala Jaminan Kantor Kualitas UIN Makassar), Mr. Rowin Trianzil (PD. Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia Makassar), Bapak I Ketut Bali Putra (Parisada Hindu Dharma Indonesia), Bapak Erfan Sutono ( Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia South Sulawesi) dan Bapak Agus Ruru (Katolik).

Di Medan WARP Rapat Kantor, dua wakil agama dikumpulkan dari Islam dan Buddha, Pak Kasno Sudaryanto (Dosen di UIN Sunan Ampel Surabaya) dan Mr. Rudi Hardjon (PD. Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia Sumatera). Mereka telah terus-menerus hadir Kantor WARP sejak Juni 2015.

Pembicara dari WAPR Office Makassar, Mr. Rowin Trianzil (PD. Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia Makassar) mengatakan bahwa seperti dalam agama Buddha, Sang Buddha telah menjelaskan bahwa penyebab dari empat tahapan kehidupan adalah tiga akar kejahatan, yang lobha (keserakahan), Sin (kebencian), Moha (delusi). Selama hal ini tidak menebang tiga akar kejahatan ini hidup, maka empat tahap yang sama hidup akan terus dialami berulang-ulang oleh makhluk hidup, dari satu kehidupan ke kehidupan lain.

Juga, orang-orang dari agama yang berbeda berbicara bahwa kualifikasi kitab suci agama adalah memiliki penyebab kelahiran, usia tua, sakit, dan kematian, empat fase kehidupan, dan mereka menyatakan bahwa menemukan cara untuk memecahkan masalah dapat dicari berdasarkan Kitab Suci.

Salah satu Pemirsa mengatakan bahwa hampir semua pemimpin agama telah mempelajari kitab suci mereka, namun mereka tidak tahu apa yang suci lain bahkan mengkritik satu sama lain. Tapi saya menemukan bahwa perdamaian dapat dicapai karena para pemimpin agama dari berbagai agama berkumpul dan itu bisa menjadi salah satu alat untuk perdamaian.

Kemudian peserta sepakat dengan pendapat Pak Man Hee Lee, ketua HWPL mengatakan: “perdamaian Keagamaan dapat ditemukan dalam penelitian suci teks.”(*)

Komentar Pembaca