Pemimpin Dunia Dukung Hukum Internasional Untuk Perdamaian Dunia

0
103

Inspiratifnews.com – Seoul, Republik Korea – Seluruh lapisan masyarakat telah berkumpul bersama pada Peringatan Perayaan 2 Tahun Pertemuan Para Pemimpin Perdamaian Aliansi Agama-Agama di dunia(WARP Summit) pada tanggal 18 September di Soeul, Republik Korea dari yang  memberi dukungan dan mengusahakan pembentukan perdamaian menjadi suatu persetujuan, dimulainya pembuatan hukum internasional berdasarkan Deklarasi Perdamaian dan Penghentian Perang yang telah diproklamasikan pada tanggal 14 Maret tahun ini.

1.000 para pemimpin terkenal dari setiap kelompok di seluruh dunia, sebagai peserta dari 130 negara, berpartisipasi dalam pertemuan para pemimpin yang diorganisasi oleh Budaya Surgawi, Perdamaian dunia, Pemulihan terang, yaitu suatu NGO internasional yang terdaftar dalam DPI PBB yang mengatur proyek-proyek yang berhubungan dengan perdamaian dan kampanye-kampanye di seluruh dunia.

day17_full_shot_of_the_international
Foto : Humas HWPL Korea Selatan

1) Forum Pembela Deklarasi Perdamaian dan Penghentian Peperangan – Rencana kerja untuk mencari dukungan dari organisasi-organisasi antar pemerintahan, pemerintah dan masyarakat.

200 orang, termasuk para anggota Komite Perdamaian Hukum Internasional HWPL, para menteri, perwakilan-perwakilan berbagai organisasi dan lapisan sipil, menghadiri forum ini. Dalam pidato pembukaannya, Ketua HWPL, Man Hee Lee menggarisbawahi kerjasama global dengan menyatakan, “kita telah datang bersama ke Perayaan Peringatan 2 tahun WARP Summit. Semua anggota keluarga perdamaian yang mempunyai keinginan kuat untuk perdamaian, harus menyatukan hati dan saling berkomunikasi untuk segera bersatu, karena itulah yang menjadi keinginan semua orang. Para pemimpin agama telah mengerahkan seluruh kemampuan mereka untuk mengusahakan persatuan agama-agama pada pertemuan-pertemuan di kantor WARP dan juga mendukung DPCW. Sebagai seorang pemimpin yang memimpin para pengikutnya, mereka harus menjadi pemimpin dalam melakukan perjuangan guna membuat dunia lebih baik”.

Ketua Kelompok Wanita Perdamaian Internasional(IWPG), Nam Hee Kim juga mengajak para peserta untuk memberikan dukungan dengan mengatakan, “Perang hanya menimbulkan perang yang lain, meninggalkan rasa takut dan penderitaan kepada generasi kita di masa mendatang. Kita harus mencapai tujuan kita, dukungan untuk Deklarasi ini, jangan mengulang kekejaman perang bagi generasi selanjutnya. Jika kewaspadaan masyarakat akan masalah ini meningkat,

Bagian 1 dimulai dengan “Kemampuan DPCW dan Kemungkinan pelaksanaannya” dibawakah oleh Dr. Kamal Hossein, anggota HWPL Komite Perdamaian Hukum Internasional dan Advocate Senior di Pengadilan Tinggi Bangladesh. Diskusi-diskusi para panelis yang terjadi sesudah itu berfokus pada peran-peran berbagai perkumpulan dan rencana kerja untuk mendukung DPCW yang dikembangkan menjadi sebuah  pembentukan hukum internasional untuk pembangunan perdamaian.

Part II dibuka dengan pidato mengenai “Strategi untuk memberi Dukungan kepada Pemerintah tingkat Kota” yang disampaikan oleh Mr. Mihail Guzun Anggota Dewan Pengadilan Kota Codru, Republik Moldova.

Ms. Paula Boland, Direktur Eksekutif Asosiasi PBB berkata, “NGO diperlengkapi dengan baik untuk mendidik dan mendukung prinsip-prinsip DPCW dan diadopsi oleh negara-negara anggota melalui pembentukan auditorium-auditorium alternatif di negara mereka masing-masing sebagai tempat untuk berinteraksi secara kolektif dan untuk tempat bergabung para individu yang mempunyai pemikiran dan tujuan yang sama. 

9 forum panel, yang terdiri dari para pemimpin kelompok sipil, juga mendiskusikan rencana-rencana perundang-undangan dan pembuatan kebijakan pembentukan perdamaian berdasarkan DPCW dengan mempertimbangkan kondisi setiap negara.

 

2) Pertemuan yang ke-4 Komite Perdamaian Hukum Internasional HWPL – Rapat Tingkat Tinggi untuk Pembentukan dan Adopsi DPCW (Kelompok I, II, III)

Dimulai dengan pendahuluan dari DPCW oleh Dr. MD Nazrul Islam, anggota Komite Perdamaian Hukum Internasional HWPL dan Profesor Hukum Internasional, pertemuan ini mencoba untuk menemukan kemampuan dukungan dari organisasi-organisasi kelompok sipil melalui “Peran Negara dalam Adopsi Deklarasi CSO oleh PBB” yang dibawakan oleh Mr. Carlos Villan Duran, Presiden Kelompok Spanyol untuk Hukum Hak Asasi manusia Internasional (SSIHRL).

Para panelis maupun para hadirin, sangat memperhatikan pembicara, dan rapat dengan menteri-menteri luar negeri dan pakar-pakar pendidikan dalam Kelompok II dan III juga mendiskusikan pembuatan rencana-rencana untuk pembentukan perdamaian dalam kelompok dengan bantuan pemerintah, antar pemerintahan dan berbagai organisasi kelompok sipil.

3) Konferensi Pemimpin Agama Internasional

200 pemimpin agama dari agama-agama yang berbeda, seperti Buddha, Islam, Sikh dan Kristen, berkumpul di satu tempat. Pendeta tertinggi Marten de Jesus de Barahona, Pensiunan Archbishop Gerja Anglican El Salvador, juga berkata, “Kita tidak hanya meneruskan dialog tetapi juga memperluas Kantor Aliansi Agama-agama untuk perdamaian kepada komunitas lain untuk meneruskan promosi, berdialog dan mengundang sektor-sektor komunitas nasional lainnya agar berjanji untuk melaksanakan perjanjian perdamaian”.

Setelah konferensi media, wartawan, editor, koresponden dan presiden para perwakilan media dari 20 negara yang berpartisiapasi dalam “Forum Media untuk Dukungan DPCW”. Maka dengan ini, hari pertama Summit telah lengkap dan“Festival Perdamaian Perayaan Peringatan 2 tahun WARP Summit” akan diselenggarakan pada hari kedua.(rilis)

Komentar Pembaca