Pemuda Bulukumba Dalam Potret

0
92

Pemuda Bulukumba Dalam Potret.

Oleh Kurniadi Nur*

Inspiratifnews.com Bulukumba adalah salah satu daerah yang di kenal dengan masyarakat panrita lopi yang merefleksikan Perahu Pinisi sebagai simbol daerah yang menandakan sejarah peradaban masyarakat Bulukumba dengan memahat keabadian gemerlap teradisi. Bulukumba adalah satu daerah yang memperkenalkan sosok pelaut ulung membuat dedikasi bangsa timur nusantara. Bulukumba adalah salah satu kota di Sulawesi selatan, yang terletak sekitar 150 km dari kota Makassar.

Bulukumba dengan daerah yang kental dengan budaya dan teradisi memiliki selogan yang sebagai pegangan atau prinsip “Mali’ Siparappe Tallang Sipahua”. Ungkapan yang memadukan dua bahasa/dialeg Bugis dan Konjo. Hal tersebut merupakan gambaran sikap batin masyarakat bulukumba untuk mengemban amanat persatuan dalam mewujudkan keselamatan bersama demi terciptanya tujuan pembagunan lahir dan batin, material dan spiritual.  (Baca Sejarah Bulukumba)

Pondasi prinsip yang ada ini membuat perhatian penuh terhadap kondisi kepemudaan masyarakat Bulukumba yang jika di pandang melalui dasar analisa prinsip yang ada, harusnya pemuda Bulukumba sebagai garda terdepan pembangunan perubahan di bangsa ini khususnya daerah Bulukumba, tapi ini tidak terlihat lagi, pemuda hari ini cendrung kehilangan Identitas hingga pada titik nadir. Potensi yang di miliki pemuda saat ini hanya sedikit yang bisa kita liat, seperti kecerdasan secara intelektual, semangat yang tinggi dan juga idealisme yang dimiliki, tapi kecenderungan yang terjadi pada pemuda terkhusus di kabupaten Bulukumba iyalah krisis social, krisis moral, serta arogansi yang tinggi.

Melihat cerminan pemuda Bulukumba sekarang ini justru sangat memperihatinkan, pemuda seiyanya terjangkit penyakit social seperti sex bebas, minum-minuman keras dan konflik horizontal di kalangan pemuda itu sendiri.(konflik Kedaerahan)

Padahal kultur pemuda Bulukumba itu termanifestasi dari simbol atau ikon Kota Bulukumba yaitu Perahu Pinisi yang melambangkan kekuatan, keuletan, keberanian dan kreativitas yang dimiliki oleh pemuda Bulukumba yang dapat merubah dunia, apa lagi merubah daerah menjadi lebih baik.

Melihat kondisi ini harusnya stakeholder atau pemerintah Bulukumba memperhatikan pemuda, Seperti yang terjadi hari ini pemuda hanya menjadi komoditi politik kekuasaan bukan pada pembangunan kualitas. Pemuda hanya di gunakan dalam pesta politik tanpa adanya komitmen kepemudaan secara penuh dalam perbaikan daerah dan seakan-akan sektarian merujuk pada kepentingan mutualis sibiolisme, juga di jadikan komoditi perekonomian yang cendrung konsumtif dan mengarah pada sikap hedonis yang pada saat bersamaan pemuda di buat lupa dengan pembangunan kualitas diri (Lihat daerah Perkotaan Bulukumba).

Harusnya pemerintah memperhatikan pemuda dalam segala bidang yang menunjang perkembangan pemuda bulukumba, menciptakan kondisi pemerintahan dan kondisi kemasyarakatan yang memicu perubahan secara signifikan terhadap pemuda,  menjadikan pemuda sebagai asset terbesar daerah sebagai ujung tombak perubahan,  dan kesejahtaraan daerah kita tercinta kabupaten bulukumba.

*Aktifis/Mahasiswa/Putra Daerah Bulukumba

Komentar Pembaca