Penanggulangan TB 2030, PP Aisyiah Gelar Training Fasiltator Di Makassar

0
25

Inspiratifnews.com-Makassar Menghadapi tantangan baru untuk mewujudkan Indonesia bebas Tuberkulosis (TB) tahun 2030, Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah melalui Community TB-HIV Care terus melakukan pengembangkan kapasitas bagi pengurus dan pengelola program TB dalam hal kemampuan fasilitasi masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan Training Fasilitator Regional Indonesia Timur di Hotel Novotel Makassar, 27-31 Desember 2017.

Sebanyak 67 peserta mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari enam provinsi intervensi Aisyiyah diantaranya Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Papua, dan Papua Barat, serta sisanya dari Persekutuan Pelayanan Kristen untuk Kesehatan di Indonesia (Pelkesi) Sulawesi Utara, dan Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia (Perdhaki) Nusa Tenggara Timur. Sementara fasiliator dan narasummber dihadirkan dari PR TB Aisyiyah dan Subdit TB Kementrian Kesehatan RI dan Dinkes Sulsel.

Majelis Kesehatan PP Aisyiyah, Diah Lestari Budiarti menjelaskan, kegiatan dilakukan untuk kemampuan memfasitasi kegiatan TB-HIV di masyarakat dengan  metode partisipatif agar program penaggulangan TB-HIV  mencapai target dan  hasil sesuai dengan indikator yang sudah ditetapkan.

Sejak tahun 2009 Aisyiyah memang getol dalam penanggulangan TB, upaya tersebut terlihat dari kontribusi Aisyiyah selama ini dalam hal temuan kasus, terduga TB, kasus TB positif, kesembuhan dan advokasi.

“Pelatihan ini adalah untuk upaya jangka panjang penanggulangan TB. Bila selama ini kita dibantu donor dari Global Fund, ke depan kita berharap sudah dapat berjalan secara mandiri, sehingga misi Indonesia bebas TB 2030 tetap berlanjut dan terwujud sesuai yang ditargetkan,” katanya, Kamis (27/12/2017).

Melalui kesempatan tersebut, Diah juga menunjukkan Laporan Global Tuberkulosis Report 2016, dimana angka mortalitas akibat Tuberkulosis di Indonesia yang mencapai 100 ribu jiwa pertahun, ditambah 26 ribu penderita tuberkulosis yang terindikasi HIV Positif. Sedangkan Prevalensi penderita Tuberkulosis di Indonesia pada  tahun 2015 sebesar 395 per 100 ribu pupulasi dengan angka kematian sebesar 40 per 100 ribu populasi. Selain itu, Indonesia merupakan negara dengan jumlah kasus TB yang tidak terlaporkan atau missing cases tertinggi nomor 2 dunia dengan 690 kasus.

“Indonesia memang sangat rawan, masih teringat tahun 2003 Indonesia masih peringkat 7 dengan angka kasus TB terbesar, selanjutnya naik peringkat 5 dan terus merangkak hingga saat ini Indonesia telah berada diurutan kedua,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PWA Sulsel Dr Nurhayati Azis, menyambut baik kegiatan dilaksanakan di Sulsel. “Kita berharap komitmen, etos kerja, motivasi, daya kreasi, dapat diperoleh dari kegiatan ini, sehingga ada yang dapat aplikasikan saat kembali di daerah dan wilayah kerja kita masing-masing,” pungkasnya. (rls)

Komentar Pembaca